Kendati demikian, bukan berarti jenis biji kopi ini tidak layak untuk dikonsumsi. Justru karena “ketidaksempurnaannya” itulah kopi lanang cukup digemari berbagai kalangan.
Lantas, apa yang membuat kopi lanang memiliki tekstur atau bentuk yang unik? Berdasarkan data yang dihimpun Okezone dari berbagai sumber, setidaknya ada 4 faktor yang menyebabkan hal tersebut.
Pertama, tidak optimalnya proses penyerbukan putik bunga akibat serangga atau angin. Kedua, adanya malnutrisi atau ketidakseimbangan dan disitribusi zat makanan pada saat pembuahan. Ketiga, umur pohon kopi sudah di atas 10 tahun yang mengakibatkan penurunan kemampuan penyerbukan secara alami. Dan keempat karena kelainan genetika.
Jika dilihat dari varietasnya, kopi lanang bisa berasal dari jenis kopi robusta, robusta, dan jenis lainnya. Namun, jangan harap mendapatkan biji kopi lanang dalam jumlah besar, karena dalam satu kali panen biasanya hanya sedikit biji kopi yang mengalami ‘kelainan’.