Sementara masyarakat umumnya di Sumatera Barat, petani kopi masih melakukan panen tidak tebang pilih. Mereka masih mencampur adukkan kopi yang benar-benar matang dengan yang masih muda atau separoh matang. “Kopi kualitas ekspor adalah kopi yang dipanen benar-benar kondisi matang,” terangnya.
Selain itu lanjut Ardi Sunarya, permasalahan saat ini adalah hasil panen yang belum mencukupi sesuai dengan permintaan pasar.
Baca Juga: OKEZONE WEEK-END: Menilik Asal Usul Kopi Luwak, Kopi Termahal & Tereksotis di Dunia
“Permintaan saat ini cukup banyak. Namun, kita belum mampu memproduksi kopi sesuai dengan jumlah permintaan tersebut. Karena, untuk panen kopi kita harus pilih-pilih. Hanya memanen yang sudah matang. Kita lebih mementingkan kualitas dari kuantitas,” ucapnya.
Untuk ekspor kopi tersebut sudah masuk negara Singapura dan Australia. Untuk Australia baru 1,5 ton dan Singapura baru sampel dan ini berpeluang sama ke negara Eropa. Saat ini Sumatera Arabika Minang Solok telah memproduksi kopi jenis arabika dengan lima variates.
“Yang terbaru itu Limau Cirago, dan kita menjualnya dengan harga yang berbeda pula. Mulai dari yang difect, harganya Rp21.000 per kilogram. Sedangkan yang paling mahal itu Rp100.000 per kilogram, itu variates Limau Cirago. Itu untuk harga lokal, sedangkan untuk ekspor tergantung biaya pengiriman,” ungkapnya.
Nah kopi Solok Radjo atau Sumatera Arabika Minang Solok akan lebih nikmat diminum kalau terlebih dahulu kopi dan air direbus sehingga akan mengeluarkan aroma dan rasa yang lebih nikmat dibanding menyiram dengan air panas.
Sementara Syafrizal Rajo Endah petani yang selama 8 tahun bertani kopi memberikan tips cara mengolah kopi yang benar, selain memanen kopi yang matang, pemilihan pupuk yang berkualitas juga menentukan enaknya kopi.
“Biasanya saya menanam kopi dengan jarak 1,5 x 2 meter, itu berguna agar kopi tidak mudah terserang hama dan menggunakan pupuk organik. Kemudian menggukan pupuk organik lebih tahan hama dan hasil panennya juga lebih bagus,” ungkapnya.
Selain itu pasca panen kopi jangan dibiarkan bermalam dan jangan sampai dibiarkan menumpuk begitu saja, itu harus diolah langsung. “Kalau tidak, aroma kopi itu akan hilang dan hasilnya tidak akan sesuai dengan yang diharapkan,” pungkasnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.