CANTIK, kata inilah yang sangat diidam-idamkan oleh setiap perempuan di seluruh dunia. Kaum hawa bahkan tidak jarang rela melakukan segala cara untuk sekadar mendapat perhatian dan dipuja kecantikannya.
Setiap negara memiliki parameter cantik yang beragam. Di Burma misalnya, perempuan baru dianggap cantik jika leher mereka panjang dengan diisi gelang-gelang yang bersinar keemasan. Gelang-gelang tersebut kabarnya juga merupakan simbol dari kedudukan dan keagungan mereka dimasyarakat.
Baca Juga: Berniat Beli Rumah dengan Fasilitas Bandara? Syaratnya Harus Punya Hobi Ini
Kemudian, pengertian cantik yang unik lainnya, yaitu ada di Mauritania. Perempuan-perempuan di Mauritania baru dianggap cantik saat tubuh mereka gemuk, negara ini justru menganut kebalikan dari sebagian besar negara lainnya yang menganggap wanita cantik itu yang bertubuh langsing.
Berbeda dengan Burma dan Mauritania, di Aljazair pengertian cantik yang dianut oleh negara ini begitu tidak lazim dan terkesan menyakitkan. Pasalnya, perempuan-perempuan Aljazair baru akan dianggap cantik jika telah menato wajah terlebih dahulu.
Tato-tato digambar pada dahi, dagu, dan pipi perempuan asli Aljazair, tepatnya orang-orang Chaouia yang tinggal di Pegunungan Aures. Tradisi menato wajah agar dipuji cantik tersebut kabarnya merupakan bagian dari tradisi yang telah dilakukan turun-temurun.
Baca Juga: Ya Ampun, Wanita Aljazair Rela Menahan Sakit karena Tato di Wajah demi Dipuji Cantik
Perempuan-perempuan Aljazair tersebut wajib menato wajah mereka bahkan sejak berusia sembilan tahun. Ibu-ibu dari anak perempuan biasanya akan memaksa anak mereka untuk menato wajah, agar anak perempuannya kelak dipuji cantik oleh masyarakat, khususnya para pria.
“Saya masih mengingatnya, tato itu sangat menyakitkan dan saya menangis, menolak untuk ditato,” ungkap Djena Benzhara, salah seorang perempuan berusia 74 tahun asli Aljazair, seperti yang dikutip dalam Africa News, Kamis (24/8/2017).
BACA JUGA: Foto-Foto Konyol yang Bisa Jadi Inspirasi saat Liburan
Mitos yang terkait dengan tradisi tato Aljazair ini justru sangat bertolak belakang dengan pengertian cantik yang dianut. Pasalnya, perempuan-perempuan awalnya dipaksa untuk membuat tato di wajah mereka agar tidak terlihat menarik bagi tentara Prancis yang menjajah saat itu. Tapi, di sisi lain, keyakinan untuk menato wajah juga karena para wanita telah dianggap berdosa terhadap Tuhan.
(Ade Indra Kusuma)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.