Meski tema besar yang dibawanya cukup berat, yakni Makkah, Madinah, Jannah, Vivi mengaku tidak takut akan maraknya Moslem Ban yang tengah menjadi polemik di Amerika Serikat. Sebaliknya, ia berharap agar masyarakat tidak lagi memandang agama Islam sebelah mata.
Sementara itu, model rancangan Vivi kali ini diadopsi dari mood vintage yang diaplikasikan dengan potongan longgar sebagaimana pakaian muslim pada umumnya. Ia bahkan memadukan dengan kain tradisional Indonesia pada 12 outfit busana yang akan ditampilkan.
"Material yang aku gunakan, ada sasirangan, tenun Lombok, tenun Bali, tenun Jepara, batik, dan lainnya," ujar ibu dari tiga orang anak ini.
Melakukan persiapan hanya kurang lebuh satu bulan lamanya, Vivi mengaku kesulitan dalam membuat koleksi yang akan ditampilkan. Yakni dalam memadukan dua budaya yang berbeda, yaitu Arab dan Indonesia.
"Menyatukan Indonesia dan Arab yang sedikit mumet. Menggabungkan dua budaya yang berbeda jadi tantangan buat saya. Tantangan lainnya adalah mengenai Moslem Ban masyarakat Amerika tentanv Muslim," terangnya.