Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siapa Bilang Corak Militer Milik Tentara, Ternyata Cocok Buat Anak Muda

Fiddy Anggriawan , Jurnalis-Kamis, 17 Agustus 2017 |21:57 WIB
Siapa Bilang Corak Militer Milik Tentara, Ternyata Cocok Buat Anak Muda
(Foto: Fiddy Anggriawan/Okezone)
A
A
A

SIAPA bilang pakaian militer harus terkesan kaku dan cuma dipakai untuk perang atau bertempur. Ternyata motif pakaian militer juga bisa dimodifikasi lho dengan gaya kasual dan kekinian.

Dalam anniversary ke-51 PT Sri Rejeki Isman (Sritex) ditampilkan koleksi baju militer dengan modifikasi yang ciamik. Baju-baju tersebut didesain kasual dan sangat cocok dipakai anak muda.

Baju tersebut terlihat modis dengan sentuhan corak seragam militer yang biasa digunakan pasukan tempur. Namun, kesan modern terlihat dari pilihan-pilihan warna yang cerah.

(Baca Juga: Jokowi Ajak Masyarakat Cintai Produk Indonesia)

Perancang busana, Alifia Maqnuun menampilkan tema mengenang jasa prajurit dengan mengambil corak camouflage milik Indonesia. Hal itu dirasa pas dengan HUT RI Ke-72 sebab Alifia ingin mengajak semua orang yang menyaksikan karyanya untuk mengenang jasa para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

"Tema yang saya angkat adalah untuk mengenang jasa prajurit Indonesia yang telah membawa negara ini menuju kemerdekaan, dan itu merupakan suatu perkara yang tidak mudah, karena taruhannya adalah nyawa. Makanya desainnya ada corak darahnya," ungkap Alifia kepada Okezone, Kamis (17/8/2017).

Sementara, perancang busana Michelle Kristiani juga menampilkan karyanya dalam ajang tersebut. Busana militer berwarna coklat yang dipadukan dengan warna cerah seperti krem dan putih. Tampilan busananya terlihat trendy dan juga pas dipakai oleh generasi milenial.

Michelle menjelaskan, tema koleksinya adalah "Idle" yang mengangkat keseharian atau hal-hal yang bisa dibilang mundane atau dapat dilakukan secara terus menerus dan berulang-ulang.

"Kata ‘Idle’ diartikan sebagai waktu yang dihabiskan tanpa melakulan apa-apa namun secara bersamaan dihabiskan untuk melakukan kegiatan sehari-hari atau yang dapat juga disebut sebagai mundane task, atas dasar kebiasaan maupun kewajiban. Dari situ saya terinspirasi dari pekerja (terutama pekerja pabrik) secara keseluruhan baik pekerja pria maupun pekerja wanita," urainya.

(Baca Juga: Sritex Gelontorkan Rp2,6 Triliun untuk Perluas Pabrik)

Dia mengambil inspirasi siluet dari seragam pekerja pada tahun 50an, baik pria maupun wanita. Michelle menggabungkan keduanya untuk mendapatkan suatu harmonisasi.

"Kata utilitarian adalah hal pertama yang muncul dalam pikiran saya ketika melihat corak militer. Dari situ saya ingin menciptakan sesautu yang memiliki banyak fungsi dan kenyamanan untuk dipakai sehari-hari tanpa menghilankan daya tarik pakaian tersebut untuk terlihat trendy dan fashionable," jelasnya.

Corak militer, kata dia, seringkali diasosiasikan dengan seragam tentara. Michelle pun tertantang untuk mengangkat corak tersebut dan menerjemahkannya menjadi sesuatu yang dapat dipakai sehari-hari tanpa menyebabkan itu untuk terlalu banyak diasosiasikan dengan seragam tentara.

"Saya mendesain agar daya tarik pakain tersebut dapat menjangkau kalangan yang lebih luas untuk dipakai sehari-hari, namun secara bersamaan juga menojolkan motif tersebut dengan tidak mencolok," pungkasnya.

(Baca Juga: Yuk Lihat Koleksi Baju Bernuansa Merah-Putih hingga Kimono Batik)

(Muhammad Saifullah )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement