Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Habis Imunisasi MR Wajar jika Muncul Demam, Ruam & Nyeri di Bekas Suntikan

Habis Imunisasi MR Wajar jika Muncul Demam, Ruam & Nyeri di Bekas Suntikan
(Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Kesehatan menyebutkan vaksin measless rubella (MR) untuk pencegahan penyakit campak dan rubella yang digunakan untuk imunisasi telah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Berdasarkan siaran pers dari Kementerian Kesehatan yang diterima di Jakarta, Senin (14/8/2017), vaksin MR adalah virus hidup yang dilemahkan dan berupa serbuk kering dengan pelarut yang 95 persen efektif untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Kendati menyebabkan efek samping setelah imunisasi, vaksin MR aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia.

Data dari Kemenkes menyebutkan reaksi normal yang terjadi pascaimunisasi seperti demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat bekas suntikan dan akan menghilang dalam dua atau tiga hari. Kejadian pascaimunisasi yang serius sangat jarang terjadi.

Selain itu, vaksin MR juga 100 persen halal digunakan karena dalam produksi vaksin measless untuk campak dikembangkan pada embrio ayam, sementara vaksin rubella dikembangkan menggunakan "stem cell" atau sel punca.

(Baca Juga: 4 Sekolah Tolak Imunisasi Measles Rubella, Dalilnya Bahan yang Digunakan Haram)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement