Namun, pihaknya punya alasan khusus kenapa memilih Esma sebagai pemenangnya. Salah satu alasannya adalah karena Esma merupakan perempuan yang kuat. Dia juga dianggap representatif negara Australia yang sangat multikultur.
Miller menambahkan, usaha yang dilakukan Esma untuk bisa mencapai posisinya tersebut bukan main-main. Banyak pengorbanan yang dia berikan dan secara individu pun Esma dinilai luar biasa. "Jadi, serangan yang ditujukan ke Esma hanya karena keyakinannya itu sangat menggelikan. Tidak masuk akal," ungkap Miller.
Esma pun menambahkan, banyak warga Australia yang islamphobia atau benci Islam. Padahal, Islam adalah agama perdamaian, pemersatu, kemakmuran, dan tentunya dapat merangkul semua agama. "Saya pastikan, semua yang terjadi dan terkabarkan melalui media mengenai Islam itu negatif adalah keliru. Islam yang sesungguhnya adalah agama kebaikan," papar Esma.