Dalam koleksi ini, Austere menghadirkan potongan busana berstruktur unisex (busana untuk pria dan wanita) dengan siluet modern nan klasik. Misalnya, blazer, celana baggy, outerwear, trench coat, biker jacket, crop top asimetris, celana cropped berpotongan lurus, hingga shirt dress.
Melihat manusia sebagai sosok yang penuh eksplorasi, Austere menyuguhkan ekspresi keseharian manusia di antara kesibukan dan tekanan tinggi kehidupan modern. Wajah datar dan langkah tergesa-gesa terpola sebagai sebuah standar humanis. Namun, di antara keramaian tersebut, melekat individu yang menyendiri. Sehingga koleksi ini tetap memberi kesan dingin melalui permainan warna hangat yang dipilih.
"Banyak manusia yang menyeberang di saat itulah kita bisa melihat banyak emosi. Entah mengapa di keramaian tersebut, salah satu yang melekat adalah kesendirian. Perasaan kesendirian ini diterjemahkan pada warna," tambah desainer yang tergabung dalam IPMI, Ikatan Perancang Mode Indonesia, itu.
Tak hanya itu, penggambaran individu yang sendiri juga diterjemahkan pada detail kamuflase. Detail kamuflase dipilih sebagai makna di antara ribuan manusia yang membentuk pola acak saling bertemu di persimpangan Shibuya, di mana setiap individu berkamuflase di balik individu yang lain.
Detail kamuflase tersemat pada beberapa bagian busana. Perpaduan motifnya memberi kesan kuat, pada permukaan warna-warna busana yang natural, seperti coklat, hijau, biru muda, abu, dan putih.
BACA JUGA: