Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketika Anak Perempuan Mengalami Pubertas Dini, Apa yang Terjadi?

Dewi Kania , Jurnalis-Selasa, 08 Agustus 2017 |12:04 WIB
Ketika Anak Perempuan Mengalami Pubertas Dini, Apa yang Terjadi?
Ilustrasi (Foto: Dailymail)
A
A
A

ANAK-anak sekira usia 8-15 tahun mengalami masa pubertas yang mungkin dinantikan oleh mereka. Pastinya beberapa bagian tubuhnya mengalami perubahan bentuk.

Sebagai orangtua, Anda harus memberikan informasi dan perhatian kepada sang anak agar tak kaget mengalami perubahan itu. Tidak hanya ditandai dengan menstruasi, ada pula perkembangan payudara, rambut ketiak dan kemaluan.

(Baca Juga: Minum Teh Hijau Habis Sarapan dan Makan Siang Bikin Perutmu Langsing dengan Cepat!)

Fase-fase inilah yang membuat anak mengalami banyak kendala. Mulai dari konsentrasi belajarnya di sekolah menurun karena harus menghadapi efek menstruasi.

(Baca Juga: Terungkap! Rahasia Diet Hiper Kalori ala Neymar Jr)

Selama melewati awal-awal pubertas menyebabkan banyak masalah psikologis dan ketidaknyamanan fisik bagi seorang gadis. Itu karena pikiran dan tubuhnya tidak cukup dewasa untuk menghadapi perubahan, sehingga emosinya terganggu.

Dr Vaishaki Rustagi Konsultan Endokrinologi Pediatrik di New Delhi mengatakan, seiiring masa pubertas anak juga mengalami dorongan seksual. Dengan begitu, perkembangan seorang gadis harus dipantau orangtuanya.

(Baca Juga: Risiko Bakteri, Jangan Pinjamkan Barang Pribadi ke Orang Lain, Handuk Contohnya!)

Apalagi selama menstruasi, anak jadi lebih tidak percaya diri untuk belajar dan beraktivitas. Anak jadi canggung secara sosial dan psikisnya.

Bahkan, hormon anak perempuan yang memicu kegemukan juga bertambah. Jika tak dikontrol pola makannya, mereka rentan obesitas.

(Baca Juga: Kenali Penyebab dan Gejala Infeksi pada Bayi Baru Lahir)

Hal ini tidak boleh terjadi pada anak-anak. Belum lagi bila mereka jarang olahraga, peluang untuk membakar kalori juga kecil.

Jauhi pula makanan dengan pestisida dan menggunakan peralatan makan plastik dengan bisephenol A. Keduanya berbahaya untuk kesehatan anak.

Jika orangtua dan anaknya tak percaya diri mengalami hal tersebut, seharusnya konsultasi ke dokter. Hal ini harus dilakukan untuk mencegah dampak buruk. Demikian dilansir Timesofindia, Selasa (8/8/2017).

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement