PERUT Anda sakit? Mual-mual disertai dengan sakit pada ulu hati? Diagnosis sementara Anda tentu merujuk pada penyakit maag. Padahal, kondisi tersebut tidak melulu didefinisikan sebagai penyakit maag. Bisa saja penyakit lain yang sedang Anda derita.
Seperti yang dijelaskan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dr Ari Fahrial Syam SpPD, gejala maag itu tidak melulu didefinisikan sebagai penyakit maag. Salah kaprah ini masih banyak dipercaya masyarakat Indonesia. ’’Makanya, saya himbau kepada masyarakat untuk tidak gampang melakukan diagnosis. Salah pemberian obat itu berbahaya untuk tubuh Anda sendiri,’’ tegasnya saat diwawancarai Okezone melalui telepon, Minggu (6/8/2017).
Dr Ari menuturkan, gejala seperti perut melilit, ulu hati sakit, mual, muntah-muntah, kembung, atau begah itu memang identik dengan gejala maag. Namun, gejala maag itu bisa juga didefinisikan sebagai penyakit lain. Seperti adanya masalah di organ pencernaan, pankreas, atau bisa juga masalah di empedu.
Bahkan, demam berdarah juga bisa mengeluarkan gejala maag. Sebab, pada pasien penderita demam berdarah, demam pasien tidak terlalu tinggi, tetapi sakit di bagian perut biasanya lebih dominan. ’’Itu mengapa, dokter menganjurkan untuk menghabiskan obat lambungnya. Sebab, bila 5 hari atau seminggu penyakit belum juga hilang, bisa dikatakan itu merupakan penyakit non-maag. Anda harus waspada akan hal itu,’’ tutur Dr Ari.
(Baca Juga: Dr OZ Ryan Thamrin Meninggal, Mantan Rekan Kerja: ''We Will Miss You Dok'')
Kemudian, penyakit angin duduk. Banyak juga masyarakat Indonesia yang percaya itu adalah karena penyakit maag. Sebab, gejalanya merupakan gejala penyakit maag. Padahal, itu adalah penyakit jantung dengan sebagian dari gejalanya adalah gejala penyakit maag. ’’Sekali lagi, diagnosis yang tepat hanya bisa dilakukan oleh dokter yang ahli di bidangnya,’’ tambahnya singkat.
(Baca Juga: Mulai dari Cover Boy sampai Dokter Spesialis Anti-Aging, Ini Perjalanan Hidup si Dr Oz Indonesia, Ryan Thamrin)
Sementara itu, perlu Anda ketahui juga, membedakan gejala maag yang merupakan penyakit maag atau bukan biasanya dokter melakukan diagnosa dengan menekan bagian perut pasien. Itu merupakan tahapan awal untuk bisa menentukan penyakit apa sebenarnya yang pasien alami. Tetapi, penentuan penyakit maag atau bukan juga bisa dilihat dari durasi konsumsi obat maag yang diberikan dokter. ’’Kembali ke pembahasan sebelumnya. Ya, kalau seminggu pasien tidak sembuh, maka harus dilakuakn tindakan lanjutan, pemeriksaan USG misalnya agar diagnosa pasien semakin jelas,’’ pungkas Dr Ari.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.