Advertisement
Advertisement

Habis Makan Siang Perut Masih Lapar, Apa Penyebabnya?

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Rabu, 02 Agustus 2017 |12:29 WIB
Habis Makan Siang Perut Masih Lapar, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi (Foto: Entrepreneur)
A
A
A

TERLALU banyak makan dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Semua orang berupaya untuk menahan keinginan makan berlebihan agar berat badan tidak naik. Tapi, bagaimana bila Anda terus lapar meskipun habis makan?

Tidak terbayangkan, satu jam setelah makan siang perut masih terasa lapar. Hal ini bisa membuat Anda menyerah untuk kembali makan besar, atau ngemil camilan tidak sehat. Tapi, apa penyebab Anda terus lapar meski baru makan siang? (Baca Juga: Mudah Marah karena Lapar? Pakar Ungkap Penyebabnya)

Dalam artikel ini, kita akan menjawab pertanyaan tentang 'mengapa saya selalu lapar' yang dikutip dari laman Boldsky, Rabu (2/8/2017):

1. Apa itu leptin

Leptin dikenal sebagai hormon pengatur nafsu makan atau rasa lapar. Setelah Anda makan, sel lemak bisa mengeluarkan leptin ke dalam aliran darah, di mana dia bergerak ke otak dan memberi sinyal bahwa Anda kenyang. (Baca Juga: Kebiasaan Unik yang Bikin Anda Cepat Lapar)

2. Apa penyebab resistensi leptin?

Resistensi leptin dikaitkan dengan kondisi medis seperti obesitas, diabetes tipe 2, masalah tiroid dan kadar trigliserida dalam aliran darah. (Baca Juga: Bukannya Kenyang, Camilan Malah Bikin Perut Tambah Lapar)

3. Bagaimana Anda tahu mengalami resistensi leptin?

Gejala fisik akan membantu Anda mengenali tanda-tanda resistensi leptin. Beberapa gejalanya adalah kelebihan berat badan dan memiliki tumpukan lemak di perut. Jika Anda selalu merasa lapar, terlepas dari berapa banyak makan, maka kemungkinan mengalami resistensi leptin. Inilah salah satu alasan Anda masih merasa lapar meskipun belum lama makan. (Baca Juga: Ingin Langsing Tanpa Tersiksa, Coba Lakukan Diet Mediterania)

4. Cara mengobati resistensi leptin

Tidak ada obat khusus untuk mengobati resistensi leptin. Tapi, Anda sebenarnya bisa meredakan gejala melalui perubahan gaya hidup tertentu. Berolahraga bisa meningkatkan sensitivitas leptin, terutama latihan aerobik yang panjang. Selanjutnya, mengonsumsi makanan seperti buah-buahan segar, sayur dan protein tanpa lemak juga membantu.

5. Perdebatan resistensi leptin

 Karena tidak ada cara spesifik untuk mendeteksi resistensi leptin, beberapa dokter masih ragu tentang bagaimana masalah ini akan berdampak pada kelebihan berat badan.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement