(foto: Irina Gelbukh/CC BY-SA 3.0)
Hewan pengerat yang tampak bijak itu melambangkan kemajuan penelitian DNA secara bertahap selama bertahun-tahun, sebagian besar berkat pengorbanan dari jumlah spesiesnya yang sudah tidak terhitung jumlahnya.
(Baca Juga: Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan Punya Harga Fantastis Lho! Totalnya Mencapai Rp90 Miliar)
Selama ini, yang membuat tikus digunakan untuk pengujian dan penelitian ialah tikus tergolong dalam mamalia yang memiliki gen nyaris serupa dengan manusia, meskipun ada perbedaan yang nyata, namun tikuslah yang paling mendekati persamaan gen dengan manusia, dikutip dari Atlas Obscura, Selasa (1/8/2017).
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.