Tradisi Turun Temurun
Sementara zaman sudah modern dengan alat-alat masak yang modern termasuk oven, Hilmarsson tetap memilih cara tradisional ini untuk melanggengkan tradisi dari nenek buyutnya.
Proses memasaknya memang sangat lama. Butuh waktu 24 jam agar roti benar-benar matang sempurna, sebelum Hilmarsson menggalinya kembali. Dandang kemudian didinginkan dengan air danau dan roti dikeluarkan dari dandang cetakan untuk kemudian dinikmati.
Melihat cara pengolahannya, Rúgbrauð terkadang juga merujuk kepada hverabrauð, yang jika diartikan ke dalam bahasa Inggris memiliki arti hot spring bread atau roti musim panas.
"Metode ini diturunkan dari nenek saya ke ibu saya kemudian kepada saya," jelasnya. "Itu yang kita gunakan di sini."
Biasanya roti gandum hitam tersebut disantap bersama dengan potongan daging salmon segar, setelah sebelumnya roti diolesi butter.
Memanfaatkan Kekuatan Alam, Menjaga tradisi
Bagi Hilmarsson, keajaiban alam Islandia menawarkan penghormatan yang tak henti-hentinya. "Dari generasi ke generasi, kita telah belajar untuk menghormati energi ini dan mengatasinya dengan hati-hati," katanya.
Dengan semakin banyak orang memanggang roti mereka dengan oven, lalu apakah Hilmarsson akan tetap pada cara tradisionalnya itu? Ia menjawabnya dengan sederhana.
"Sulit untuk menggambarkan bagaimana rasanya, tapi roti musim semi panas ini memiliki rasanya sendiri. Rasa roti panggang yang dipanggang dengan oven bahkan tidak mendekati sedikit pun. Tidak ada yang seperti itu (roti musim panas-red)," ujarnya, seperti yang disarikan dari BBC, Senin (24/7/2017).
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.