Ketika Ma berumur 10 tahun, pasukan Dinasti Ming menangkapnya dalam penyerangan militer di Yunnan. Mereka membawanya ke Nanjing dan di sana dia menjalani pelatihan militer. Setelah itu, mereka membawanya ke Beijing untuk melayani Zhu Di, pangeran dari Yan dan putra keempat dari Dinasti Ming.
Berkat kemampuan, kesetiaan, kejujuran, integritas dan kepintarannya, Ma He menjadi sahabat dan pengawal pribadi dari pangeran muda. Selama masa itu, Ma He menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dengan cerdas dan bijaksana. Setelah melalui segala kampanye dan peperangan yang dia pimpin dan berjuang bersama Pengaran Zhu Di selama 4 tahun, Ma He kemudian menjadi komandan militer terkuat di Cina.
Ketika pangeran Zhu Di menjadi Kaisar pertama Dinasti Ming, dia memutuskan untuk menghadiahi semua perwira dan pejabat yang telah mendukungnya. Ma He adalah salah satunya. Pada tahun 1404, kaisar baru mengangkatnya sebagai komandan tertinggi pemerintahan kekaisaran.
Zhu Di juga memutuskan untuk mengubah nama Ma menjadi Zheng. Inilah cara Zhu Di menyampaikan rasa terima kasihnya atas segala yang telah Ma He lakukan dan juga sebagai sebuah simbol dari pengormatan. Semenjak itulah Ma He berganti nama menjadi Zheng He.
Segala pengalaman positif yang telah dilalui inilah yang mengantarkannya pada pintu cakrawala baru yang lebih luas baginya, yaitu menjelajahi dunia. Kaisar menunjuknya sebagai komandan yang ideal untuk perjalanan besar-besaran menuju ke barat.
Setelah dia menjadi komandan terkuat di Cina, dia menjadi penjelajah maritim terkenal di Cina. Laksamana Zheng He menjadi gelar barunya. Zu Dhi menugaskan Zheng He untuk bertanggung jawab terhadap segala urusan maritim. Zheng He mempersiapkan segalanya secara hati-hati sebelum menyelesaikan misinya sebagai penjelajah. Dia membuat beberapa kajian mendetil peta kelautan, ilmu pelayaran, kalender barat dan timur, astronomi, geografi, pengetahuan kelautan, navigasi, membangun serta memperbaiki kapal.