Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Zheng He, Penjelajah Muslim yang Harus Kamu Tahu!

Mohammad Saifulloh , Jurnalis-Rabu, 12 Juli 2017 |20:11 WIB
Zheng He, Penjelajah Muslim yang Harus Kamu Tahu!
A
A
A

TENTU kita semua sudah tahu nama-nama penjelajah dari dunia Barat seperti Colombus, Marco Polo, Ferdinand Magellan, Vasco De Gama, dan lainnya yang telah mencatatkan namanya dalam sejarah penjelajah terhebat di dunia. Kita tidak perlu meragukan kontribusi mereka dalam membangun peradaban dunia, khususnya dunia barat.

Kisah tentang Marco Polo dan petualangannya di China, Vasco de Gama dan kesuksesannya menemukan rute laut dari Eropa ke India melalui Tanjung Harapan Afrika, serta bagaimana Colombus yang menemukan benua Amerika. Tapi mungkin Anda belum pernah tahu tentang penjalajah asal timur yang telah membuat sejarah sebelum penjelajah asal barat melakukannya.

Nama-nama seperti Ibn Battuta, Ibn Majid, Shamsuddin Abu Abdullah Al-Moqaddasi, Ibn Fudhlan, Ibn Jubayr, Abu Bakr kedua (Raja Mali), Piri Reyes dan banyak lagi penjelajah muslim yang tidak pernah disebut dalam sejarah pada umumnya.

Sebetulnya Islam juga mempunyai peran penting dalam membentuk peradaban dunia. Kita bisa belajar memahami keindahan dan kekayaan peradaban Islam melalui banyaknya tokoh-tokoh Islam yang mencatatkan sejarah dan berkontribusi besar dalam setiap bidang yang mereka kuasai.

Salah satu tokoh yang cukup menarik perhatian mvslim.com dalam menjelajahi lautan adalah Laksamana Muslim Zheng He. Zheng He adalah sosok yang sudah menemukan Amerika sebelum Colombus melakukannya. Dia lahir pada abad ke 14 dengan nama Ma He, di kota kecil di wilayah Yunnan dalam keluarga Hui yang merupakan kelompok etnis Muslim Cina.

Di China, nama Ma digunakan sebagai kependekan dari nama Muhammad. Keluarganya disebut-sebut menjadi nenek moyang dari seorang gubernur Mongolia di Yunnan atau dari Raja Muhammed dari Bukhara. Dibesarkan sebagai muslim, Ma He belajar ilmu Islam dan menghapal Alquran di usia muda. Ayah dan kakeknya sudah melakukan ibadah haji ke Makkah. Mereka memberikan pengaruh besar dalam pendidikan Ma He, yang juga didorong dengan rasa ingin tahunya yang besar terhadap dunia luar.

Di samping pendidikan agamanya, dia juga dibesarkan di dalam sebuah keluarga yang terbiasa menggunakan Bahasa Arab dan China. Dia ingin mengetahui segalanya tentang negeri-negeri yang secara geografis terletak di sebelah barat China. Dia mempelajari geografi, bahasa, agama, dan sejarahnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement