Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Malas! Ini Manfaat Isi Liburan dengan Berolahraga bagi Penderita Diabetes

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 30 Juni 2017 |04:00 WIB
Jangan Malas! Ini Manfaat Isi Liburan dengan Berolahraga bagi Penderita Diabetes
Ilustrasi (Foto: Womentips)
A
A
A

BUKAN rahasia lagi, olahraga merupakan komponen vital dari gaya hidup sehat. Bagi orang dengan diabetes tipe 2, olahraga bisa menjadi bagian dari rencana pengobatan yang bisa mengubah hidup. Itulah temuan terbaru dari Universitas Turki yang menilai dampak kesehatan dari latihan interval intensitas tinggi (HIIT) pada orang sehat dan penderita diabetes.

Dilansir dari RD, dalam studi yang diterbitkan pada 10 April di Scandinavian Journal of Medicine & Science in Sports, pria sehat (berusia 40-an dan 50-an) yang melakukan program pelatihan dua minggu dari HIIT atau latihan intensitas tinggi tradisional. Sekelompok orang dengan resistensi insulin (beberapa memiliki diabetes tipe 2 dan beberapa memiliki pradiabetes, yang berarti tingkat gula darah mereka meningkat, namun belum cukup tinggi untuk menunjukkan diabetes tipe 2) menyelesaikan rutinitas kebugaran dua minggu yang serupa.

"Sebelum latihan dimulai, metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin orang yang resistan terhadap insulin berkurang secara signifikan dibandingkan dengan kelompok orang sehat. Namun, setelah dua minggu menjalani latihan intensitas tinggi, yang berjumlah enam sesi latihan, metabolisme glukosa pada otot paha mencapai tingkat awal kelompok kontrol sehat." kata kandidat doktor Tanja Sjöros, seperti dilansir Science Daily.

Penting untuk meningkatkan metabolisme glukosa darah dan sensitivitas insulin pada penderita diabetes untuk menghindari kerusakan saraf dan pembuluh darah, yang dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi anggota tubuh bagian bawah.

Metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin membaik setelah latihan intensitas tinggi dan latihan terus menerus intensitas sedang, menunjukkan bahwa keduanya sangat membantu, walaupun HIIT jelas lebih efektif. "Kelompok yang melakukan pelatihan intensitas sedang hanya mencapai setengah dari perbaikan yang dialami oleh kelompok HIIT selama periode dua minggu,’’ sambungnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement