Advertisement
Advertisement

Waspada Formalin, Begini Tips Sehat Makan Bakso saat Libur Lebaran

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 27 Juni 2017 |10:10 WIB
Waspada Formalin, Begini Tips Sehat Makan Bakso saat Libur Lebaran
Kenali ciri bakso yang sehat (Foto: dok.Okezone)
A
A
A

SIAPA yang punya tradisi, kalau Lebaran atau setelahnya, wajib makan bakso? Mungkin tak begitu banyak yang makan bakso saat Lebaran, namun beberapa masyarakat di Indonesia melakukan tradisi tersebut setelah Lebaran.

Kalau libur Lebaran belum makan bakso rasanya kurang afdol. Tapi, untuk liburan kali ini, lebih sayang kesehatan yuk. Salah satunya adalah memastikan bakso yang akan Anda makan itu sehat.

Walau sudah terbiasa dengan bakso tersebut, tidak ada salahnya untuk mulai disiplin dengan apa yang Anda makan. Dijelaskan Chef Dhea Annisa melalui siaran pers beberapa waktu lalu, berikut ciri bakso yang sehat dan terbebas dari boraks atau formalin.

1. Lihat warnanya

Bakso dengan warna abu-abu menandakan menggunakan daging sapi dalam jumlah cukup banyak. Sementara bakso yang warnanya pucat tandanya banyak menggunakan tepung terigu atau bahan tambahan lain. Bakso yang baik yang menggunakan daging segar tanpa pengawet memiliki warna yang lebih gelap, biasanya berwarna abu-abu. Warna yang gelap mengindikasikan bahwa bakso tersebut menggunakan lebih banyak daging ketimbang bahan lain.

2. Cek tingkat kekenyalan

Tingkat kekenyalan bakso tergantung kualitas daging sapi yang digunakan. Kalau kualitas daging sapinya bagus, maka bakso akan terasa kenyal dan bertekstur garing. Sementara kalau terlalu banyak tepung maka akan bertekstur cenderung kenyal namun keras. Kekenyalan ini juga perlu diperhatikan, karena bakso berformalin biasnya terlalu kenyal.

3. Daya tahan bakso

Bakso termasuk produk pangan yang berpotensi mendapat campuran bahan kimia. Idealnya bakso yang sehat akan bertahan selama kurang lebih 4 hari di suhu ruang. Sementara jika masuk ke dalam lemari es atau chiller, bisa kuat hingga seminggu. Lain lagi jika disimpan dalam suhu beku, maka bisa bertahan selama 3 hingga 6 bulan.

Selebihnya, dilansir dari KKK Medicine, bila Anda mengonsumsi makanan berformalin, tubuh Anda akan merasakan iritasi perut. Dampak dari iritasi ini adalah muntah darah atau diare bercampur darah. Kematian juga menjadi risiko terbesar. Namun, itu terjadi bila Anda mengonsumsi makanan formalin berlebihan.

Kemudian, yang paling umum terjadi setelah Anda mengonsumsi makanan berformalin adalah keracunan kronis. Bila sudah begitu, kanker dan gagal ginjal pun bisa terjadi di masa depan. Jadi, berhati-hatilah dan selalu cek kembali makanan yang akan Anda konsumsi.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement