MELIHAT masjid yang didirikan oleh salah satu anggota Wali Songo, Anda pasti akan takjub, sebab masjid ini didirikan di puncak gunung. Tidak seperti masjid-masjid pada umumnya yang menawarkan pesona karena kemewahan akan arsitekturnya, Masjid Muria memiliki pesona yang lebih indah dan sarat akan nilai sejarah.
Banyak benda-benda peninggalan Sunan Muria yang terdapat di masjid tersebut. Mihrab tua yang terbuat dari batu susun tanpa semen dan dihiasi ukiran adalah salah satunya. Mihrab ini memiliki panjang 245 cm, lebar 190 dan tinggi 210 cm. Piringan keramik kuno juga turut menghiasi ujung kanan dan kiri mihrab.
Selain mihrab, terdapat pula pelana kuda yang terbuat dari kayu dan kulit binatang. Penduduk lokal meyakini pelana tersebut memiliki kekuatan magis, dan selalu dimandikan tiap musim kemarau oleh penduduk, karena mereka percaya pelana dapat menurunkan hujan.
Keistimewaan destinasi wisata religi Masjid Muria ternyata tidak cukup sampai di situ. Masjid mengalami perjalanan yang cukup panjang sebelum akhirnya didirikan di puncak Gunung Muria.
Sunan Muria atau yang memiliki nama asli Raden Umar Said tersebut sebelumnya pernah membuat masjid disebuah desa bernama Kajar, kemudian karena kurang nyaman, Sunan Muria lalu membangun masjid lagi di sebuah tempat yang lebih tenang yaitu di bukit Pethoko, tapi lagi-lagi ada suara yang dia tidak suka, kali ini suara gonggongan anjing, akhirnya pindah lagi ke puncak Gunung Muria, seperti sekarang ini.
Ketika mengunjungi Masjid Muria, Anda akan mendapatkan paket liburan religi lengkap dengan suasana pegunungan yang sejuk dan udara yang bersih. Serta arsitektur masjid yang berelemen kayu kian membuat Anda mengagumi tempat Anda berpijak saat itu. (fid)
(Hessy Trishandiani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.