Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wow! Ini Transformasi Jakarta dari Tahun ke Tahun

Annisa Aprilia , Jurnalis-Rabu, 21 Juni 2017 |16:30 WIB
<i>Wow</i>! Ini Transformasi Jakarta dari Tahun ke Tahun
Patung Pancoran, Jakarta (foto: Okezone)
A
A
A

Kawasan jalan Pancoran dulu sangat amat berbeda dengan sekarang. Dulu, kawasan ini sama sekali tidak terdapat gedung-gedung bertingkat tinggi dan berkilau. Hanya lahan kosong di sisi kanan dan kiri jalan, serta rumah-rumah penduduk terlihat dari kejauhan.

Jadi foto patung Pancoran gara-gara macet hehehe😁 Sejarah patung Pancoran Monumen Patung Dirgantara atau lebih dikenal dengan nama Patung Pancoran adalah salah satu monumen patung yang terdapat di Jakarta. Letak monumen ini berada di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Tepat di depan kompleks perkantoran Wisma Aldiron Dirgantara yang dulunya merupakan Markas Besar TNI Angkatan Udara. Posisinya yang strategis karena merupakan pintu gerbang menuju Jakarta bagi para pendatang yang baru saja mendarat di Bandar udara Halim Perdanakusuma. Ide pertama pembuatan patung adalah dari Presiden Soekarno yang menghendaki agar dibuat sebuah patung mengenai dunia penerbangan Indonesia atau kedirgantaraan. Patung ini menggambarkan manusia angkasa, yang berarti menggambarkan semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah angkasa. Sumber: Wikipedia #latepost✌ #patungpancoran #kotajakarta #jalanjakarta #enjoyjakarta

Sebuah kiriman dibagikan oleh amel (@rizkiamalia79) pada Apr 13, 2017 pada 8:43 PDT

Sekarang, kawasan Pancoran ramai dengan pengendara mobil dan motor yang melintas. Gedung-gedung pencakar langit pun turut memadati kawasan tempat Patung Dirgantara tersebut berdiri. Bahkan, jalan layang yang semula tidak ada, kini ada bahkan sudah lama telah digunakan.

4. Pasar Tanah Abang

Pasar Tanah Abang tahun 1900-an image: wikipedia #JakartaDuluKala #JakartaTempoDulu #TanahAbang

Sebuah kiriman dibagikan oleh jakarta tempo dulu (@jakartadulukala) pada Jun 6, 2017 pada 6:36 PDT

Pada 1900-an Pasar Tanah Abang masih sangat tradisional. Transportasi tradisional seperti andong atau delman masih digunakan untuk mengangkut penumpang dan barang-barang pasar. Jalan yang dilintasi pun belum diaspal. Tidak ada gedung tinggi dan besar, hanya ada bangunan sederhana seperti rumah yang berdiri di kanan dan kiri jalan.

Tanpa kabel 🌤️

Sebuah kiriman dibagikan oleh Lulu (@nurulrf) pada Jun 15, 2017 pada 4:52 PDT

Sekarang, tiap kali Hari Raya Idul Fitri Pasar Tanah Abang selalu padat dan benar-benar dipadati oleh pembeli yang tidak hanya berasal dari Jakarta, tapi juga dari luar Jakarta, bahkan luar Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement