Fungsi utama prolaktin adalah untuk meningkatkan perkembangan payudara selama kehamilan dan untuk menginduksi menyusui. Meskipun seorang wanita tidak hamil, hormon yang beredar dalam darah tersebut meningkat selama kehamilan dan setelah kelahiran. Lebih dari 75% wanita dalam kondisi ini menghasilkan ASI tanpa hamil.
"Pada beberapa kasus, perubahan aliran menstruasi ditandai bersamaan dengan amenore (kondisi di mana wanita yang seharusnya mendapat menstruasi tidak mendapatkan menstruasi-red). Bahkan saat tidak sedang hamil, payudara menghasilkan ASI dengan rasa sakit akibat perubahan jaringan dengan meningkatnya kadar prolaktin dan hilangnya libido yang juga menyebabkan vagina kering," jelas Simanti Pathak selaku Ginekolog dari Rumah Sakit Safdarjung, India.
Tentang diagnosa hiperprolaktinemia, sebagai langkah awal, dokter menyarankan tes darah untuk memeriksa kadar prolaktin, sebaiknya puasa. Jika kadar prolaktin tinggi, tes lebih lanjut mungkin diperlukan.
"Jika kadar prolaktin sangat tinggi, tumor mungkin dapat dicurigai dalam kasus ini. MRI otak dan kelenjar pituitari disarankan menggunakan gelombang radio frekuensi tnggi untuk mendapatkan gambar dari jaringan dan ukuran tumor," papar pakar IVF, Joshi yang berbasis di Ahmedabad.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.