Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tidak Kasat Mata, Pengecekan Kandungan Babi pada Makanan Kemasan Harus di Laboratorium

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Senin, 19 Juni 2017 |19:07 WIB
Tidak Kasat Mata, Pengecekan Kandungan Babi pada Makanan Kemasan Harus di Laboratorium
Camilan khas Korea (Foto:Springtomorrow)
A
A
A

BEREDARNYA empat produk mi instan asal Korea yang ditemukan mengandung babi, memang sangat mengejutkan. Terlebih lagi saat ini masyarakat Indonesia tengah menggandrungi berbagai hal berbau Negeri Ginseng itu. Mulai dari kebudayaan, selera musik, hingga gaya hidup mereka.

Pakar kuliner ternama Indonesia William Wongso pun sempat menyayangkan hal ini. Menurutnya, pemerintah Indonesia dan para importir harus lebih peka dan teliti lagi dalam menyeleksi produk asing yang masuk ke dalam negeri.

"Kalau tidak mau kecolongan lagi, para importir harus ditekankan agar memperhatikan secara seksama seluruh proses verifikasi dari awal sampai akhir. Kalau perlu diperketat lagi sebelum memberikan izin," tutur WIlliam Wongso saat dihubungi Okezone, Senin (19/6/2017).

Pria yang akrab disapa Om Will itu menambahkan, regulasi memang harus diperketat karena ketika produk telah masuk ke pasar dalam negeri, akan sulit untuk dideteksi tanpa bantuan laboratorium.

"Secara kasat mata, konsumen tidak akan bisa mengetahui halal atau tidaknya suatu makanan. Harus dilakukan pengecekan langsung di laboratorium," tukas William.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement