PENYAKIT Hepatitis measih menjadi ketakutan bagi banyak orang. Penderita penyakit ini akan terus melemah sistem imun tubuhnya, sehingga kesehatan tubuhnya akan sangat bergantung pada bagaimana penderita menjaga tubuhnya.
Vaksin Hepatitis B telah ada sejak 1981 di Amerika. Vaksin tersebut bisa memberi dampak yang besar pasa penderita Hepatitis B akut. Namun, dampak vaksin terhadap penyakit HBV kronis masih dinilai kurang optimal. Walau begitu, dampak positif tetap ada, yaitu terjadinya pengurangan dramatis dalam komplikasi karsinoma hepatoselular yang banyak diamati di Alaska.
Dilansir dari CDC, terdapat tiga kelompok yang memiliki risiko utama virus ini. Mereka itu antara lain heteroseksual dengan banyak pasangan atau melakukan kontak tubuh dengan orang yang terinfeksi, pengguna narkoba suntik, dan pria yang berhubungan seks dengan laki-laki.
Masih tinggnya kasus Hepatitis B salah satu faktornya adalah sulitnya penyedia layanan kesehatan mendapatkan akses menuju tiga kategori tersebut. Namun, upaya untuk terus menahan laju pertumbuhan penderita Hepatitis B terus dilakukan.
Strategi komprehensif untuk menghilangkan penularan virus pun direkomendasikan pada 1991. Yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terserang virus ini adalah melakukan tes kehamilan untuk wanita HbsAg untuk mengidentifikasi bayi baru lahir yang memerlukan imunoprofilaksis.
Pemberian itu ditujukan agar pencegahan infeksi pada bayi. Selain itu, untuk mengidentifikasi keluarga yang membutuhkan vaksin. Vaksinasi rutin pun harus dilakukan pada bayi, remaja, orang dewasa yang memiliki tingkat risiko tinggi. Peningkatan vaksin pada orang dewasa dengan risiko tinggi pun seharusnya dilakukan.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.