Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

FOOD STORY: Simpring & Semprong, 2 Penganan Khas yang Melegenda di Purwakarta

Mulyana , Jurnalis-Kamis, 08 Juni 2017 |07:05 WIB
FOOD STORY: Simpring & Semprong, 2 Penganan Khas yang Melegenda di Purwakarta
Kue semprong (Foto:Ilustrasi/Istimewa)
A
A
A

 

KABUPATEN Purwakarta, Jawa Barat, ternyata memiliki banyak kuliner khas yang tersohor hingga luar daerah selain sate maranggi. Sebut saja salah satunya, simping dan semprong. Penganan ringan berbentuk pipih bulat yang terbuat dari tepung tapioka ini, mungkin sampai saat ini masih menjadi primadona.

Keberadaan makanan ringan ini, sangat mudah dijumpai di wilayah tersebut. Terutama ketika memasuki daerah yang menjadi salah satu sentra pembuatan dan penjualannya, yakni Kampung Kaum, Jalan Baing Marzuki, Kelurahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta Kota. Tempat ini, hanya berjarak beberapa ratus meter saja dari kantor pemkab.

Tak hanya di kawasan tersebut, para perajin makanan ringan inipun menyebar hampir di seluruh wilayah. Misalnya, di Kecamatan Pasawahan dan Wanayasa. Apalagi, saat ini simping dan semprong kembali merajai daftar oleh-oleh khas Purwakarta, selain sate maranggi dan kerajinan kriya khas Plered.

 

Rasanya yang khas dan harganya terjangkau, mungkin yang menjadikan masyarakat ketagihan untuk membeli makanan ringan ini. Apalagi, seiring dengan perkembangan zaman, rasa hingga tekstur simping khas Purwakarta dibuat lebih beraneka oleh para perajin.

Di Kampung Krajan RT 04/02, Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, ada seorang perajin simping yang berhasil membuat penganan yang melegenda di Purwakarta itu lebih beraneka. Sri Nurhayati, begitulah biasanya warga dikampung itu menyapa. Dirinya sedikit membuat perbedaan simping yang diproduksinya ini dengan simping yang ada di Kampung Kaum. Perbedaannya, yakni dari ketebalan, tekstur serta rasanya.

"Kalau citarasa dan bentuknya sama saja dan tidak menghilangkan ke khasannya. Cuma, simping yang dibuat di kami lebih tebal dan teksturnya lebih renyah. Begitu pula dengan semprongnya, yang rasanya lebih manis dan gurih," ujar Sri saat berbincang dengan Okezone di kediamannya, Rabu (7/6/2017).

 

Sri menjelaskan, simping dan semprong yang diproduksinya ada berbagai varian rasa. Untuk simping misalnya, tersedia rasa kencur, kelapa, keju, dan cabai. Sedangkan untuk rasa semprong, yakni jahe dan wijen.

Dalam pembuatan makanan ringan ini, kata dia, perasa yang digunakan pun dari bahan alami. Dari mulai kencur, jahe, wijen dan gulanya. Jadi, Simpin dan Semprongnya ini tak menggunakan zat perasa kimia buatan pabrik.

Dia menambahkan, simping dan semprong buatannya ini, banyak dipesan oleh konsumen dari berbagai daerah. Seperti, dari Subang, Bogor, dan Karawang. Bahkan, tak jarang makanan yang bentuknya pipih bulat ini dipesan oleh penggemarnya untuk di bawa ke Makassar, Sulsel serta ke Abu Dhabi dan Malaysia.‎

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement