BUKA puasa tidak lengkap rasanya jika tidak menyajikan menu takjil khas dari Kabupaten Lahat. Ya, lemang namanya. Bagi Anda yang asli tinggal di Pulau Sumatera, mungkin sudah tak asing lagi dengan cemilan tradisional yang satu ini.
Terbuat dari beras ketan dan santan kelapa, lemang dimasak dengan dibakar setelah sebelumnya dimasukan dalam sebatang bambu. Lemang dimasak hingga bambu yang menjadi wadahnya terlihat berubah warna dan tercium aroma wangi yang khas.
Cara membakar lemang berbeda dengan membakar sate karena lemang hanya perlu ditaruh di atas bara tanpa ada sekat, kemudian bara dikipas agar lemang matang sempurna.
Pada Ramadan seperti ini, lemang banyak dibuat oleh para penduduk lokal di Lahat. Membuat lemang dan menyantapnya ketika berbuka puasa telah menjadi tradisi di negeri sejuta megalitik.
Masyarakat yang memiliki modal, biasanya juga menjajakan lemang hasil buatannya di pinggir-pinggir jalan. Rasa lemang hampir mirip dengan kue lopis yang juga terbuat dari campuran beras ketan dan santan kelapa. Tapi, kue lopis tidak dibakar dan dimasukan dalam bambu, kue berwarna hijau itu justru hanya dibungkus daun kelapa dan di kukus.
Jika Anda berkunjung ke Lahat pada Ramadan seperti sekarang, sangatlah mudah untuk menemukan penjaja lemang khas Lahat. Mereka akan berjualan di sepanjang jalan. Anda tinggal memilih penjual mana yang akan Anda beli lemangnya.
Cukup merogoh kocek mulai Rp7.000 hingga Rp9.000 Anda sudah bisa menyantap lemang yang rasanya mantap. Bagaimana tertarik untuk mencoba?
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.