Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Alasan Mengapa Kebiasaan Merokok Bikin Gigi Kuning dan Berkerak

Pradita Ananda , Jurnalis-Rabu, 31 Mei 2017 |19:11 WIB
Ini Alasan Mengapa Kebiasaan Merokok Bikin Gigi Kuning dan Berkerak
Gigi kuning akibat rokok (Foto: Sancaktepedishekimi)
A
A
A

BUKAN rahasia lagi, jika rokok alias tembakau adalah sesuatu yang buruk bagi kesehatan. Kandungan tembakau yang terkandung di dalam sebuah rokok, baik itu rokok batang, elektrik, ataupun vape.

Tidak hanya mampu merusak organ tubuh bagian dalam seperti jantung ataupun paru-paru. Tetapi juga sekaligus merusak visual anggota tubuh bagian luar lainnya, salah satunya ialah gigi.

Nah, bertepatan di Hari Tembakau Sedunia yang jatuh tepat di hari ini, Rabu 31 Mei 2017. Tidak ada salahnya untuk sekedar memahami, kerusakan seperti apa yang bisa diakibatkan oleh tembakau pada tampilan gigi.

Sebagaimana disitat Smilebrilliant, Rabu (31/5/2017) tembakau memang bisa menjadi faktor hadirnya noda pada gigi. Pasalnya nikotin dan tar yang ada pada rokok, memang ampuh untuk membuat gigi menjadi kekuningan.

Nikotin atau tembakau sendiri awalnya merupakan sebuah zat yang tidak memiliki warna, namun ketika bertemu dengan oksigen maka percampuran dua hal inilah yang akan membuat warna gigi perokok menjadi berubah. Awalnya gigi yang berwarna putih, lama kelamaan akan berubah menjadi kekuningan hingga kecoklatan.

Mengapa pertemuan tembakau dan oksigen dapat meninggalkan noda yang melekat awet di gigi? Karena ketika tembakau masuk terisap ke dalam mulut maka nikotin dan tar akan mengendap di bagian dalam cavity gigi sehingga merusak enamel alami pada gigi. Sehingga menghasilkan tampilan warna kuning kecoklatan pada lapisan luar gigi.

(Dinno Baskoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement