PERCAYA atau tidak, tampilan fisik dan wajah memainkan peran yang besar dalam dunia sekarang ini. Sayangnya, individu yang menderita kelainan langka yang berpengaruh terhadap kulit dan wajah, harus menghadapi cobaan berat dalam hidup mereka.
Orang seperti itu sering mengalami stigma sosial karena penampilan mereka. Termasuk takhayul yang masih beredar di kalangan masyarakat.
Menurut laporan Deccan Chronical, seorang musisi Antonio Reloj asal Filipina dijuluki sebagai "manusia hantu" oleh masyarakat setempat. Pasalnya, Reloj menderita penyakit ichthyosis parah, yang menyebabkan kulitnya mengeras, retak, dan tampak seperti terbakar.
Kondisinya ini memaksa Reloj bersembunyi dari dunia luar. Pasalnya, penglihatan Reloj kian memburuk, bahkan infeksinya menyebar di sekujur wajahnya.
(Foto: Zeenews)
Pria berusia 26 tahun itu dibesarkan oleh sang nenek, saat ibunya meninggalkan Reloj di usia 12 tahun karena kondisi kulitnya yang langka.
Ia terus-menerus diintimidasi oleh penduduk setempat yang memanggilnya "manusia hantu yang terkutuk". Ia urung berkeliaran di tempat umum, seperti gereja dan pasar. Ia lebih nyaman tinggal di gubuk kayu.
Ia mengatakan, kulitnya terkadang sangat sakit ketika bergerak terlalu banyak. Ia berharap agar masyarakat mengerti mengenai penyakit ini.
Reloj akhirnya mendapatkan bantuan medis dan mendapatkan perawatan ke Manila. Dokter pertama mendiagnosisnya menderita ichthyosis. Ia menyarankan untuk meresepkan losion untuk menghidrasi kulitnya. Demikian dilansir dari Zeenews, Selasa (30/5/2017).
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.