Pria berusia 26 tahun itu dibesarkan oleh sang nenek, saat ibunya meninggalkan Reloj di usia 12 tahun karena kondisi kulitnya yang langka.
Ia terus-menerus diintimidasi oleh penduduk setempat yang memanggilnya "manusia hantu yang terkutuk". Ia urung berkeliaran di tempat umum, seperti gereja dan pasar. Ia lebih nyaman tinggal di gubuk kayu.
Ia mengatakan, kulitnya terkadang sangat sakit ketika bergerak terlalu banyak. Ia berharap agar masyarakat mengerti mengenai penyakit ini.
Reloj akhirnya mendapatkan bantuan medis dan mendapatkan perawatan ke Manila. Dokter pertama mendiagnosisnya menderita ichthyosis. Ia menyarankan untuk meresepkan losion untuk menghidrasi kulitnya. Demikian dilansir dari Zeenews, Selasa (30/5/2017).
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.