Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aka Bilan, Kudapan Sagu Makyus Khas Belu

Mohammad Saifulloh , Jurnalis-Selasa, 23 Mei 2017 |16:42 WIB
Aka Bilan, Kudapan Sagu <i>Makyus</i> Khas Belu
A
A
A

JAKARTA - Sagu menjadi varian pangan utama dan favorit masyarakat Indonesia timur. Teksturnya yang cenderung lebih lembut ketimbang tapioka membuatnya jadi pilihan bahan kuliner unik seperti papeda. Kreativitas olah sagu ternyata tak sebatas papeda.

Di Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Aka Bilan terbilang populer sebagai kudapan pagi ataupun sore hari. Nama lain panganan ini ialah sagu bakar yang dibentuk berupa lempengan tipis karena merujuk ke cara pembuatannya. Terbuat dari campuran sagu, kelapa parut, kacang hijau yang diberi sejumput garam lahirlah perpaduan unik antara kerenyahan, rasa manis, dan gurih di lidah.

“Aka Bilan termasuk makanan pokok di sini selain umbi-umbian dan jagung yang bergizi tinggi,” urai Bupati Belu Willybrodus Lay beberapa waktu lalu.

Pernyataan Willy bukan promosi belaka. Dari panduan gizi Bidang Kesmas Dinkes Belu, dalam 100 gram sagu kering terkandung karbohidrat sebesar 94 gram, protein 0,2 gram, serat makanan 0,5 gram, zat besi 1,2 mg, dan kalsium sebanyak 10 mg.

Total dalam 100 gram sagu terkandung 355 kalori serta protein, vitamin, dan mineral. Dalam satu lempeng Aka Bilan terhitung energi sebesar 124,3 kcal, 1 gram protein, lemak sebesar 1,3 gram dan 26 gram karbohidrat murni. Untuk melengkapi nilai gizi sagu, masyarakat Belu biasa mengonsumsinya dengan tambahan kacang hijau dan ikan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement