Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Modernisasi Kebaya dan Kain Batik Boleh Dilakukan, asal....

Annisa Amalia Ikhsania , Jurnalis-Jum'at, 19 Mei 2017 |21:06 WIB
Modernisasi Kebaya dan Kain Batik Boleh Dilakukan, asal....
Batik (Foto: Okezone)
A
A
A

BATIK bukan hanya sekadar motif di atas kain lantaran segala prosesnya yang tergolong rumit untuk menghasilkan ribuan motif dengan filosofi tersendiri. Hal inilah yang membuat kain asli Indonesia mendapat pengakuan dari dunia melalui penetapan oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009.

"Batik itu enggak cuma pakaian yang bergambar, tetapi ada yang namanya visual komunikasi dalam setiap motifnya, ada universal wisdom message-nya," ujar Era Soekamto, Creative Director Iwan Tirta Private Collection di Gran Melia, Jakarta, belum lama ini.

Sebagai salah satu warisan bangsa dengan jumlah motifnya yang sangat banyak, sudah sepatutnya Era Soekamto pun memperkenalkan satu persatu motif batik kepada khalayak. Salah satunya ditampilkan dalam Iwan Tirta Private Collection untuk Spring/Summer 2017.

"Koleksi ada beberapa yang di-highlight. Salah satunya adalah kain batik panjang yang biasanya dipotong untuk fesyen, ini kami buat menjadi culturewear asli Indonesia," papar Era sebelum peragaan.

Kain batik dengan beragam motif tersebut pun ada yang dikenakan dengan cara diikat atau diberi aksen wiron. Kain ini kemudian dipadukan dengan ragam model kebaya, seperti kebaya kartini, kebaya kutu baru, dan kebaya panjang.

Perihal warna, Era banyak mengambil warna-warna kebaya yang klasik, seperti hitam, biru, merah, ungu dan putih. Penampilan kian terasa klasik dengan kain batik yang dibuat selendang dan dikenakan dengan cara disampirkan pada bahu. Aksesori, seperti tusuk konde, bros, hingga clutch yang cantik merupakan karya desainer kenamaan Rinaldy A. Yunardi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement