Kapal Karam MV Boelongan Nederland 1942, Mandeh (foto: Instagram/@penyelamhitam)
Kapal tersebut bernama MV Boelongan Naderland, yang tenggelam pada 1915, berada di kedalaman 17-28 meter di Teluk Mandeh. Hingga kini, spot kapal karam itu banyak diincar penyelam dunia karena wisata kapal karam sudah masuk ke level internasional.
Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah
WWII B24 Bomber Wreck, sank on 3 May 1945. Sulawesi and Borneo were under Japanese occupation during WWII. The 307th American Bomb Squadron was engaged in striking missions against these two locations and during the one of these missions this aircraft suffered engine failure and caught fire. As it was too far to return to base, the decision was made to crash land the plane in the sea at the Togean Islands in Gulf of Tomini. All loose items were jettisoned on approach and the plane came to a gliding halt on the sea’s surface. All 11 crew escaped from the plane in life rafts and made it to nearby Togean Island. The craft, however, lost its nose turret and 3 propellers in the landing, and sank about 2 hours afterwards, thus becoming Togean Islands best wreck dive. The plane, 17m long by 22m wide, lies upright on a flat sandy bed. The wreck is in excellent condition and no artifacts have been removed. The right wing still has its remaining propeller intact, and you can see the machine guns mounted on the rear of the aircraft.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Tijana (@tijanatimebomb) pada Nov 28, 2016 pada 7:52 PST
Kepulauan Togean meninggalkan sejarah Perang Dunia Kedua, yang salah satunya dapat ditemui dari peninggalan pesawat karam B-24 Bomber American Squadron. Berada di kedalaman 16-21 meter, pesawat ini berukuran panjang 17 meter dengan lebar 22 meter.
Pesawat tersebut masih dalam kondisi yang cukup baik, dengan baling-baling di sayap kanan yang masih utuh, juga dengan senjata turet di belakang dan kursi pilot dengan co-pilot. Bangkai pesawat ini kemudian menjadi rumah bagi jutaan ikan warna-warni.