Pulau Hoga, Wakatobi (foto: Instagram/@sekarmega)
WILAYAH Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, di antaranya adalah Pulau Hoga yang terletak di sebelah timur Pulau Kaledupa. Pulau ini menjadi salah satu favorit wisatawan, termasuk wisatawan asing. Tapi, banyak hal yang bisa dinikmati, termasuk ketenangan suasana pulau.
Nyiur melambai dan hamparan pasir putihnya membuat Pulau Hoga banyak disukai turis asing. Deburan ombak yang tak terlalu besar membuat bersantai di pinggir pantai begitu menangkan. Pemandangan senja adalah salah satu yang terbaik di sini.
Pulau ini pun sudah memiliki berbagai jenis penginapan ataupun homestay yang nyaman dan dapat disesuaikan dengan budget liburan Anda.
Ketika kapal kayu saya menderu di sepanjang perairan dangkal dekat Pulau Kaledupa, terdapat rumah-rumah kayu yg berdiri di atas karang. Beberapa rumah didirikan dengan pasak-pasak kaku di atas air, seperti bangau yg canggung, tetapi yg lainnya berdiri seimbang pd pulau karang buatan manusia. Saya menyadari bahwa warga yg menyebrang di kapal ini adalah Orang Bajau, sering dieja Bajo, Badjao, Bajaw, Badjau, Bayao, dan Badjaw. Mereka melambai dengan gembira pada teman-teman di rumah-rumah kayu yg berdiri di atas karang ini. . Orang Bajau Lebih dikenal di dunia luar sebagai "Gipsi Lautan", adalah salah satu kelompok etnis berjumlah tak terhitung yg nomaden, hidup di gubuk-gubuk apung dengan perahu kecil bercadik untuk digunakan menangkap ikan. Gaya hidup bahari dari Orang Bajau yaitu memiliki keahlian luar biasa seperti berjalan di dasar laut atau menahan napas beberapa menit lamanya untuk menangkap ikan dengan gaya tradisional. The Bajau Laut still live much as they have always done, and these days, while their homes are likely to be concrete houses, many are still raised above the tides either on stilts or on stacked plateaus of coral. The spirit of hospitality and sense of fun that is a part of Bajau Laut communities all over Indonesia make this a highlight for any traveller who takes the opportunity to visit here!
Sebuah kiriman dibagikan oleh (|||+) be happy and smile (@ramenow) pada Jan 12, 2017 pada 5:20 PST
Pulau ini memiliki 750 spesies koral dari sekitar 850 yang ada di dunia, juga sekitar 83 jenis ikan berwarna-warni. Aktivitas bawah laut seperti snorkeling dan diving adalah kegiatan favorit turis di sini. Bahkan tanpa perlu menyelam, Anda cukup berjalan ke pantai untuk melihat kekayaan bawah laut dari airnya yang jernih.
Dilansir dari berbagai sumber, waktu yang tepat untuk mengunjungi Pulau Hoga adalah sekira April hingga Juni atau pada Oktober hingga Desember setiap tahunnya.
Untuk sampai ke Pulau Hoga, Anda bisa berangkat dari Bau-Bau di Pulau Buton, kemudian menyebrang ke Pulau Hoga.
On Hoga Island, I checked in to a tiny beach-front bungalow, tied my hammock up near the shoreline and settled down for a couple of blissful days of beach-bumming on a desserted strip of sand 1.000km from the packed beaches of Bali. I walked almost the full way around the island without seeing another foreign face, although a handful of friendly local kids teamed up to act as impromptu guides. The smallest had to be carried on her brother's back across the sharp coral outcrops that from the foundations of many of these islands. I spend some time beach-bumming in the heart of the CoralTriangle. I snorkelled on crystal reefs where the balmy water was so clear that it was possible to feel that I was floating in an invisible ether, rather than submerged in water. Here, in the mineral-rich waters where the currents of the Banda Sea and the Flores Sea meet, marine biodiversity seemed to have run wild and I lost count of the number of different fish species. Wakatobi National Park, a UNESCO World Heritage Site, covers 1,39 million hectares, making it Indonesia's third-largest marine reserve. In 2012, Wakatobi was listed as Indonesia's 12th protected area to come under the umbrella of the World Network of Biosphere Reserves. Even a decade before this, the WWF had launched their 'Coral Triangle Initiative' here. The organitation remains very active in combating destructive fishing practices such as bombing and poison, and they work closely with the traditional communities to find alternative sustainable lifestyles that are not damaging to the environment. To get an idea of the importance of the region that has been designated the Coral Triangle (which lies mostly in Indonesian waters), bear in mind that a full 750 of our planet's 850 species of coral exist in this area. The carribean is considered one of the pinnacles for globe-trotting divers and yet it boasts a paltry 50 species of coral. The legendary French diver Jacques Cousteau summed Wakatobi up as 'an underwater Nirwana'. There is no record as to whether the pioneer of modern diving actually wept when he left.
Sebuah kiriman dibagikan oleh (|||+) be happy and smile (@ramenow) pada Jan 11, 2017 pada 4:25 PST
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.