SEJAK awal tahun shio ayam api alias 2017 ini berjalan, tren fashion secara global yang sudah diprediksikan oleh para pelaku industri fashion dunia yaitu tren era 60-70’an akan kembali menjadi hits tampaknya memang benar adanya.
Tren fashion circa 60-70’an ini, salah satunya ditandai dengan kembali bermunculan celana model bell-bottom pants di mana-mana. Baik itu di Indonesia, ataupun tren yang bergulir yang ditunjukkan oleh para rumah-rumah mode dunia dalam rangkaian koleksi teranyar. Namun sebenarnya, bagaimana sejarah celana model bell-bottoms ini?
Seperti dikutip Encyclopedia, Selasa (11/4/2017) celana bell-bottoms adalah celana dengan siluet desain potongan lebar dari potongan di bagian lutut ke bawah. Pada awal kemunculannya, celana ini dibuat dengan mengedepankan fungsinya yakni untuk dipakai oleh orang-orang yang bekerja di kapal (khususnya pekerja di bagian mencuci kapal) pada abad ke-17.
(Foto: Glamradar)
Bagian ujung celana dibuat sangat lebar, dengan fungsi agar mudah digulung sehingga tidak mengganggu ritme bekerja si pemakai yang notabene berada di dalam medan lingkungan bekerja yang tidak mudah, seperti di atas kapal.
(Foto: Encyclopedia)
Sebagai fungsi tambahan, celana bell-bottoms ini didesain agar bisa digulung dengan mudah saat juga mengenakan sepatu boots namun dengan kondisi area kaki tetap bisa bernafas karena tidak dibalut bahan material celana yang ketat dan melekat di kulit.
Disebutkan pula, bahwa celana bell-bottoms ini juga dibuat sebagai pakaian yang tidak hanya memiliki fungsi tersendiri, namun juga bersifat unisex alias bisa dipakai dengan mudah oleh pria dan wanita.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.