Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masih Muda Pikun? Waspada, Gangguan Kognitif Ringan

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Rabu, 05 April 2017 |10:53 WIB
Masih Muda Pikun? Waspada, Gangguan Kognitif Ringan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

MENJADI pelupa merupakan suatu hal yang wajar dalam pertambahan usia. Namun sebagian orang lebih mudah lupa daripada orang lain, meskipun usianya masih tergolong muda. Kondisi ini kemungkinan pertanda dari gangguan kognitif ringan atau yang lebih dikenal dengan mild cognitive impairment (MCI).

Apa itu gangguan kognitif ringan?

Gangguan kognitif ringan adalah penurunan fungsi kognitif yang ditemukan pada seseorang, yang kondisinya lebih serius untuk individu seusianya. Kondisi ini berkaitan dengan sel saraf otak sebagai organ yang berperan dalam mengingat dan berpikir, ataupun riwayat pengobatan yang mempengaruhi aliran darah menuju otak.

Apa gejala dan ciri gangguan kognitif ringan?

Gejala gangguan kognitif ringan yang paling sering muncul di antaranya sering melupakan benda pribadi, melupakan janji atau jadwal yang bukan rutinitas, serta kesulitan mengingat nama seseorang. Selain itu gangguan kognitif juga dapat bersifat nonamnestik yang mempengaruhi kemampuan berpikir. Sehingga seseorang yang mengalaminya sering mengalami kesulitan untuk mengatur hal, membuat perencanaan, atau memberikan penilaian.

Apa penyebab gangguan kognitif ringan?

Penyebab gangguan kognitif ringan diduga karena adanya kerusakan pada bagian otak yang serupa pada penderita dementia. Akibatnya terjadi beberapa perubahan pada:

  • penumpukan plak beta-amyloid pada otak
  • kekurangan aliran darah ke otak
  • beberapa kerusakan kecil akibat stroke
  • mengecilnya bagian otak tertentu
  • pembengkakan pembuluh darah otak akibat cairan
  • kurangnya kadar glukosa pada bagian otak yang bertugas untuk berpikir

Cara mencegah dan mengatasi gangguan kognitif ringan

Perubahan gaya hidup merupakan upaya yang dapat mencegah sekaligus menghambat perkembangan dari gangguan kognitif ringan. Hal ini dikarenakan kerusakan otak dapat dimulai saat seseorang mengalami obesitas, atau saat terjadi gangguan pada jantung pada pembuluh darah yang menghambat suplai darah dengan oksigen otak. Upaya menjaga kesehatan fisik dalam pencegahan penurunan kognitif dapat dilakukan dengan cara:

  • Rutin beraktivitas fisik
  • Mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah
  • Berhenti merokok
  • Menerapkan pola gizi seimbang, terutama dengan mengonsumsi sumber protein, sayur dan buah

(Ranto Rajagukguk)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement