MEMASUKI awal tahun baru Caka 1939, tepat pada Hari Ngembak Geni atau sehari setelah Hari Suci Nyepi, masyarakat Banjar Kaja, Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar menggelar suatu tradisi unik Omed- omedan pada Rabu 29 Maret 2017.
Tradisi Omed-omedan dimulai diawali oleh para pemuda-pemudi banjar setempat melakukan persembahyangan dan penampilan barong bangkung.
Memasuki areal depan banjar pemuda dan pemudi berbaris dan semprotan air dimulai mengangkat satu persatu anak perempuan dan laki-laki melakukan tradisi Omed-omedan (ciuman massal).
Biasanya tradisi ini dilakukan remaja putra-putri yang belum menikah. Ketika mereka berciuman langsung akan disiram dengan air. Banyak wisatawan asing dan domestik yang turut menyaksikan tradisi yang sudah digelar sejak lama ini. Tradisi ini dilakukan setelah sehari merayakan Nyepi.
Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan Omed-omedan merupakan tradisi unik diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke kota Denpasar.