Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini yang Terjadi Pada Tubuh saat Anda Melakukan Meditasi

Ini yang Terjadi Pada Tubuh saat Anda Melakukan Meditasi
A
A
A

MEDITASI diyakini bisa membantu mengurangi kecemasan dan stres serta meningkatkan kesejahteraan emosional.

Tapi, apa yang terjadi pada tubuh selama meditasi? Berikut ini penjelasannya, seperti dilansir laman Care2.

1. Adanya perubahan gelombang otak Anda

Penelitian telah menunjukkan bahwa setelah beberapa menit, meditasi bisa meningkatkan aktivitas gelombang otak alpha dan theta, yang terkait dengan relaksasi.

2. Adanya perubahan dalam cara bernapas

Meditasi merangsang sistem saraf parasimpatis tubuh Anda yang pada gilirannya menyebabkan paru-paru menarik lebih lambat, Anda bernapas lebih dalam dan mengakibatkan tekanan darah menjadi rendah.

3. Adanya perubahan kelenjar adrenal

Selama meditasi, kelenjar adrenal Anda mengurangi produksi hormon stres kortisol dan membantu mengurangi rasa cemas.

4. Adanya perubahan sistem kekebalan tubuh Anda

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa meditasi teratur bisa meningkatkan produksi antibodi dan membantu tubuh menetralkan ancaman asing yang membuat Anda sakit, seperti virus dan bakteri.

5. Adanya perubahan otak

Pada 2011, sebuah studi dari Harvard menemukan bahwa meditasi teratur bisa mengubah massa otak Anda. Setelah delapan minggu analisis, meditasi ditemukan meningkatkan ketebalan korteks di hippocampus, yang mengatur pembelajaran dan memori.

Kemudian di daerah-daerah tertentu otak yang memainkan peran dalam regulasi emosi dan pengolahan diri referensial.

Ada juga penurunan volume sel otak pada amigdala yang bertanggung jawab mengatasi ketakutan, kecemasan dan stres

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement