Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ragi Sensitif Suhu Panas, Bikin Roti Harus di Ruangan Dingin

Devi Setya Lestari , Jurnalis-Kamis, 23 Maret 2017 |19:39 WIB
Ragi Sensitif Suhu Panas, <i>Bikin</i> Roti Harus di Ruangan Dingin
Bikin roti harus di ruangan dingin (Foto: Shutterstock)
A
A
A

MEMBUAT roti ternyata harus memperhatikan banyak hal jika ingin hasilnya sukses seperti roti-roti di toko kue. Salah satunya suhu ruangan dan suhu tangan saat mengolah adonan roti.

Salah satu bahan penting yang digunakan sebagai komposisi roti adalah ragi. Ragi inilah yang agak sensitif terhadap suhu. Dijelaskan Luvita, Juara MasterChef Indonesia (MCI) saat ditemui Okezone di Jakarta.

“Harus di ruangan yang dingin karena ragi sensitif panas, kalau ruangannya hangat atau panas nanti adonannya jadi over proofing alias terlalu mengembang atau sudah mengembang saat belum waktunya,” kata Luvita.

Gadis ramah yang kini aktif mengajar di sekolah masak ini menjelaskan lebih rinci, ragi seharusnya baru mulai bekerja saat adonan sedang diistirahatkan. Ketika adoanan istirahat inilah ragi mulai bereaksi karena suhu proofing yang hangat.

Sementara saat ruangan tempat membuat roti sudah panas maka ragi akan mulai bereaksi saat adonan belum waktunya diistirahatkan. “Kalau panas ruangannya, pas masih diadonin atau dicampur itu ragi udah mengembang. Terus pas diproofing dia jadi over proofing,” lanjut Luvita.

Akibat dari over proofing ini rasa roti akan menjadi terlalu asam, adonan terlalu mengembang dan hasil roti akan punya tekstur yang kempis.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement