"Kaku kuduk ini bisa terjadi, karena selaput otak tidak hanya menyelimuti otak saja, tetapi menyelimuti ke arah sumsum tulang belakang. Mening (selaput otak) itu ada di sumsum tulang belakang bagian leher. Tanda infeksi salah satunya nyeri, kalau ditekuk, akibatnya bisa nyeri," terang dr Wawan.
Bilamana pasien menunjukkan dua gejala utama seperti demam dan kaku kuduk, tetapi pasien belum kehilangan kesadaran, dr Wawan mengatakan kondisi ini wajib dicurigai sebagai meningitis.
"Ditambah lagi ada penurunan kesadaran, sudah pasti deh (meningitis babi). Kalau ketiganya sudah ketemu, demam tinggi, kaku kuduk, dan penurunan kesadaran, sudah bisa dikatakan 99 persen meningitis," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.