Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Yuk Kenali Suku-Suku di Sumatera Selatan (Part-1)

Melly Puspita , Jurnalis-Selasa, 14 Maret 2017 |11:12 WIB
Yuk Kenali Suku-Suku di Sumatera Selatan (Part-1)
Ilustrasi Suku di Sumatera Selatan (foto: Melly Puspita/Okezone)
A
A
A

4. Suku Semendo

Suku Semendo ini berada di Kecamatan Semendo, Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan. Konon ceritanya suku Semendo berasal dari keturunan suku Banten yang pada beberapa abad silam pergi merantau dari Jawa ke pulau Sumatera dan kemudian menetap dan beranak cucu di daerah Semendo.

Hampir 100 persen penduduk Semendo hidup dari hasil pertanian yang masih diolah secara tradisional. Lahan pertanian mereka pun cukup subur karena berada kurang lebih 900 meter dari atas permukaan laut.

Ada 2 komoditi utama di daerah ini yaitu kopi jenis Robusta dengan jumlah produksi yang mencapai 300 ton per tahunnya dan yang lainnya adalah padi dimana daerah ini termasuk salah satu lumbung padi untuk wilayah di Sumatera Selatan.

Adat istiadat serta kebudayaan daerah ini pun sangat dipengaruhi oleh nafas keislaman yang sangat kuat. Mulai dari musik rebana, lagu-lagu daerah dan tari-tarian yang sangat di pengaruhi oleh budaya melayu Islam. Bahkan bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari pun menggunakan bahasa Semendo yang setiap kata pada setiap bahasa umumnya berakhiran “e”.

5. Suku Lintang

Kawasan pegunungan Bukit Barisan di Sumatera Selatan merupakan tempat tinggal suku Lintang yang diapit oleh suku Pasemah dan Rejang, suku Lintang ini pun merupakan salah satu suku Melayu yang tinggal di sepanjang tepian sungai Musi di Sumatera Selatan.

Suku Melayu Lintang hidup dari bercocok tanam yang menghasilkan kopi, beras, kemiri, karet dan sayur-sayuran. Meski tinggal di tepian sungai Musi, Namun Suku ini tidak pernah mencari nafkah di sektor perikanan, mereka bahkan lebih cenderug berternak dengan memelihara kambing, kerbau, ayam dan lain sebagainya.

Orang lintang adalah penganut agama Islam yang cukup kuat. Hal ini terlihat dari banyaknya masjid-masjid dan pesantren untuk melatih kaum muda nya.

6. Suku Kayuagung

Suku Kayu Agung berdomisili di Sumatera Selatan tepatnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan Ibukota Kayu Agung yang wilayahnya dialirin oleh sungai Komering. Bahasanya sendiri terdiri dari atas dua dialek yaitu dialek Kayu Agung dan dialek Ogan.

Suku Kayu Agung mayoritas beragama Islam, tetapi mereka juga mempertahankan kepercayaan lama yaitu kepercayaan mengenai dunia roh. Suku Kayu Agung percaya bahwa roh -roh nenek moyang mereka dapat mengganggu manusia.

Oleh karena itu, sebelum mayat dikuburkan harus dimandikan dengan bunga-bunga supaya arwah sang roh yang mati ini lupa akan jalan balik ke rumahnya. Bahkan ada juga beberapa tempat keramat yang mereka anggap sebagai tempat bersemayamnya para arwah.

(Fiddy Anggriawan )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement