TANJAKAN cinta adalah salah satu spot paling populer di Gunung Semeru, Jawa Timur. Daerah ini ternyata pernah didokumentasikan oleh pendaki Belanda sekitar tahun 1900-an dan dideskripsikan dengan sangat menarik.
Seperti dikutip dari akun @GunungIndonesia, Dr Wormser adalah pria berkebangsaan Belanda yang pernah mendaki Gunung Semeru sekitar tahun 1920. Dan dia menggambarkan suasana Danau Ranu Kumbolo dan daerah sekitarnya, termasuk Tanjakan Cinta, lewat tulisan.
Kira-kira berikut terjemahan deskripsi Dr Wormser terhadap Danau Ranu Kumbolo.
"Telaga birunya terbentang tanpa gerakan. Sekali-sekali seekor itik liar (belibis) mengusik permukaan airnya yang licin, kalau dia menyelam dalam-dalam dan menghilang. Sampai jauh malam saya melihatnya berenang berkeliaran di telaga, dan sekali-kali mendengar suaranya mengalun di atas air.
Di seberang sana, batang-batang kayu besar telah roboh dan terendam didalam air. Berapa tahun sudah batang-batang ini membusuk di dalam air? Di antara dedaunan hijau yang lebat dari pepohonan yang tumbuh tinggi, yang menutupi lereng-lereng gunung di sekitar sini, angin malam berdesis.
Sang rembulan muncul. Setelah sinar matahari, yang dengan tajam menampakkan bentuk-bentuk dari hutan dan telaganya, sinar rembulan mengaburkan semua keadaan. Sekarang puncak-puncak pepohonan tidak bergerak dan nampak samar-samar dilangit yang cerah.
Di atas punggung-punggung gunung kelap-kelip bintang bergelantungan. Di muka air telaga Sang Rembulan mulai memainkan sinar peraknya, menerangi bivak kami. Suatu malam tropik yang tenang mengendap di atas telaga gunung, yang sudah berabad-abad terlindung oleh dinding-dinding gunung, dan jarang sekali terganggu ketenangan tidurnya oleh kegaduhan manusia."
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.