Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Serunya Berkemah di Tepi Pantai Sambil Menyaksikan Penutupan Festival Bau Nyale 2017

Tentry Yudvi , Jurnalis-Jum'at, 17 Februari 2017 |13:30 WIB
Serunya Berkemah di Tepi Pantai Sambil Menyaksikan Penutupan Festival Bau Nyale 2017
Ilustrasi Membuat Tenda untuk Menyaksikan Festival Bau Nyale di Lombok (foto: Instagram/@wawann5)
A
A
A

Sayangnya, Festival Bau Nyale 2017 di hari kedua tidak diiringi oleh hujan angin sehingga cacing yang datang ke bumi pun masih sedikit, orang tak ada yang sampai ke tengah laut hanya mengitari pinggir pantai saja.

Bukit seger #bermalamdisegerbeach#festivalbaunyale2017 #baunyalelombok

Sebuah kiriman dibagikan oleh purnha (@purna_wulandara) pada Peb 15, 2017 pada 8:51 PST

"Bau Nyale itu selalu datang dengan angin besar dan hujan, nanti orang akan pergi ke tengah laut, dan melihat bola nyale" tutur Dirwati sebagai petuga Polisi yang menjaga keamanan Festival Bau Nyale 2017.

Bola nyale tersebut merupakan gumpang cacing kemudian orang akan memecahkan cacing itu di atas karang sehingga pengunjung lain bisa merasakannya. Penangkapan cacing juga dinilai istimewa karena dengan begitu mereka bisa mendapat kesuburan akan datangnya panen nanti.

"Bau Nyale memang memiliki banyak mitos, di antaranya cacing ini merupakan bentuk jelmaan dari Putri Mandalika dan bisa menjadi pertanda baik untuk panen musim kemarau nanti," lontarnya.

Begitulah pantauan suasana hari ke dua sekaligus terakhir Festival Bau Nyale 2017. Wisatawan Asing dalam acara juga rela untuk duduk di bawah langit sembari menyaksikan bintang.

(Fiddy Anggriawan )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement