Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menelisik Kehidupan Ina Sol, Penenun Kain Selama 80 Tahun di Desa Sade

Tentry Yudvi , Jurnalis-Jum'at, 17 Februari 2017 |12:20 WIB
Menelisik Kehidupan Ina Sol, Penenun Kain Selama 80 Tahun di Desa Sade
Ina Sol Penenun Kain di Desa Sade, Lombok (foto: Tentry Yudvi/Okezone)
A
A
A

Setelah itu dikumpulkan hingga menjadi benang, dan dipasangkan ke alat pembuatan tenun dan juga gelang. Helai demi helai pun diperagakan Ina untuk membuat sebuah gelang tenun khas Lombok

"Setelah jadi benangnya terus dicelupkan dengan pewarna alami yang berasal dari buah-buah dan kekayaan alam di sana," jelasnya.

Ya, mereka masih menggunakan pewarna alami. Untuk warna kuning, ia menggunakan rebusan kayu mahogany, untuk hijau ia menggunakan daun, dan orange menggunakan kunyit. Masih banyak lagi pewarna alaminya.

"Setelah direbus terus dicelupkan ke benangnya, selama seminggu agar pewarna meresap," jelasnya.

Dengan proses begitu panjang tak heran jika harga yang ditawarkan untuk kain tenun dan gelang tenun cukup mahal. Kain tenun dari mulai Rp350 ribu hingga Rp5 jutaan. Sementara gelang Rp40 ribu hingga Rp100 ribu.

(Fiddy Anggriawan )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement