Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Uniknya Budaya "Mahar Kain Tenun" Suku Sasak di Desa Sade, Lombok

Tentry Yudvi , Jurnalis-Kamis, 16 Februari 2017 |12:45 WIB
Uniknya Budaya
Suku Sasak di Desa Sade, Lombok Membuat Kain Tenun (foto: Tentry Yudvi/Okezone)
A
A
A

Meski terbilang keluarga dekat, namun untuk menikah, seorang anak perempuan harus bisa menenun kain songket khas Lombok dahulu. Itulah yang menjadi syarat utama dari pernikahan.

"Sebab kain tenun songket itu digunakan untuk mahar pernikahan, mereka harus memberikan 15 lembar kain songket," jelasnya.

Oleh karena itu, saat masuk ke dalam Desa Sade banyak wanita sedang menenun. Usianya juga masih sangat belia bahkan terbilang anak kecil. Sekali lagi, ini sudah jadi tradisi turun menurun.

"Di sini usia 16 tahun sudah menikah dan sudah punya anak, masih banyak yang nikah di usia muda," tukasnya.

Kain songket digunakan sebagai mahar menunjukan jika seorang istri mampu mendukung perekonomian keluarga. Orang Sasak khususnya kaum pria hanya punya satu mata pencaharian yakni sebagai petani.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement