KEBUN Raya Bogor merupakan spot terbaik untuk menikmati pemandangan alam dan merasakan udara sejuk. Namun, saat menjelang malam, suasana indah akan berganti dengan suasana horor penuh dengan misteri, terutama di kawasan makam kramat Ratu Galuh .
Tak ada yang mengira jika di kawasan Kebun Raya Bogor, terdapat makam kramat yang usianya sudah 600 tahun lebih. Makam itu juga berlokasi sangat dekat dengan jembatan merah yang sudah terkenal angker.
Nah, sekilas membicarakan sejarah kedua ikon menyeramkan tersebut. Pertama makam kramat Galuh dipercaya merupakan kuburan mendiang Ratu Galuh yang adalah istri dari Prabu Siliwangi. Uniknya, jika diperhatikan dengan dekat, di atas pusarannya terdapat sebuah replika emas yang terbuat dari semen. Kehadiran mahkota menujukan jika makam itu memang memiliki status kepemimpinan di masanya.
Tak hanya ada kuburan Ratu Galuh saja, di sampingnya, ada makam Mbah Jepra. Di mana ia adalah sosok panglima perang kerajaan Pajajaran, yang berdampingan dengan makam Senopati Mbah Baul. Kuburan tersebut pertama kali ditemukan di 1946 oleh H. Rahman, yang sejak itu, makam banyak diziarah oleh warga Bogor.
Meski hanya kuburan, untuk masuk ke makam ini, ada aturan tidak tertulis yang hanya diketahui oleh yang memahami. Pertama kali jika ingin ziarah, datangi dulu makam Ratu Galuh, lalu baru Mbah Jepra dan Senopati Mbah Raul. Mungkin aturan ini diberlakukan untuk menghargai tata kepemimpinan kerajaan saat itu.
Namanya juga makam kramat, sudah pasti cerita misterinya akan membuat bulu merinding. Konon, katanya dulu ada sepasang kekasih memadu kasih di kawasan makan, namun mereka berakhir memilukan, karena mereka tidak bisa terlepas dari satu tubuh dan yang lainnya. Ada juga cerita mengenai ada yang menghilang, setelah keluarga meminta maaf, sanak keluarga yang hilang itu tiba-tiba muncul kembali.
Dan, cerita mistisnya, banyak penjaga patroli enggan untuk berkeliaran di kawasan makam karena pada malam hari ada sosok harimau putih dan besar yang menjaga makan. Sehingga, tak ada yang berani untuk patroli ke makam.
Selain itu, tak jauh dari sana, ada jembatan merah yang legenda banget. Jembatan ini sudah ada sejak zaman Belanda, dan katanya dulu pernah dijadikan tempat bunuh diri noni Belanda yang putus asa karena kisah cintanya tidak disetujui oleh orang tua. Sebab, ia berpacaran dengan orang pribumi.
Di sini juga punya mitos jika sepasang kekasih melintasi jembatan, maka hubungan mereka tidak akan bertahan lama. Sementara kisah mitisnya, penampakan kuntilanak banyak ditemukan di jembatan ini.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.