SETELAH Imlek, masyarakat etnis Tionghoa juga merayakan perayaan Cap Go Meh. Sama halnya Imlek yang memiliki makanan khas, saat Cap Go Meh pun ada makanan khas yang disantap, yaitu onde-onde.
Aji Çhen' Bromokusumo dari Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (APTI) menuturkan, bahwa Hari Raya Cap Go Meh juga disebut dengan yuanxi, yuanye, atau shang yuanjie dalam bahasa Mandarin. Dalam perayaan ini, masyarakat Tionghoa secara beramai-ramai akan menyalakan lampion berwarna-warni yang kemudian diterbangkan ke udara pada malam hari.
Selain menerbangkan lampion, masyarakat Tionghoa juga punya kebiasaan lainnya yakni makan onde-onde. Awalnya onde-onde terbuat dari bahan tepung beras ketan dan selai buah. Saat ini di Indonesia, onde-onde memiliki rasa yang beragam dan cara pembuatannya juga bermacam-macam.
"Onde-onde di China hanya memiliki satu jenis isian, yakni berisi gula merah yang berwarna kecoklatan. Di Indonesia sudah menyesuaikan dengan selera lidah orang Indonesia makanya isiannya sangat beragam seperti kacang hijau, cokelat, keju, dan lain sebagainya," ujar Aji melalui pesan singkat kepada Okezone, Sabtu (11/2/2017)
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.