Dato Tonggara yang kini menjadi nama jalan di kelurahan Kramat Jati, diambil dari nama seorang penyebar Islam di tanah Betawi tempo dulu. Terletak di antara pemukiman penduduk, tepatnya di belakang Kantor Camat Kramat Jati, Jakarta Timur, pemakaman ini dibuka sebagai lokasi wisata ziarah.
Berasal dari Sulawesi, petualang berdarah Makassar yang tiba di abad ke-15 ini memang nyaris terlupakan, tapi makamnya tetap ada dan masih bisa didatangi. Kisahnya pun pernah disebutkan dalam buku-buku pelajaran mengenai Kota Jakarta di sekolah dasar.
Dato Tongara dikatakan meninggalkan Makassar dengan banyak tokoh muslim lainnya. Ia datang ke Jawa setelah sebelumnya mampir ke Nusa Tenggara Timur. Di Jawa, khususnya di Betawi, ia terus gencar melakukan dakwah meski ditentang oleh penganut agama lokal saat itu.
Sampai suatu hari, selepas peperangan yang menghabiskan pasukannya, Dato Tonggara pergi ke hutan jati yang seluas kawasan Kampung Makassar, Halim, Kramat Jati, hingga Pondok Gede saat ini. Lokasi yang menjadi tempatnya menutup usia kini disebut Kramat Jati.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.