Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bagian Sandung Lamur Sapi Enaknya Dimasak Apa Ya?

Devi Setya Lestari , Jurnalis-Senin, 06 Februari 2017 |10:10 WIB
Bagian Sandung Lamur Sapi Enaknya Dimasak Apa Ya?
Daging sapi (Foto:Ilustrasi/Britanica)
A
A
A

BAGIAN daging sapi yang populer dan cukup dikenal masyarakat pastinya adalah tenderloin, sirloin ataupun iga. Padahal sebenarnya banyak bagian sapi lain yang kerap diolah sebagai masakan, salah satunya bagian brisket atau sandung lamur. Kalau punya daging sandung lamur enaknya dimasak apa ya?

Chairil Basri pemilik restoran Carne Smokehouse yang juga lulusan Australia Brisbane Commercial Cookery ini mengatakan bagian brisket termasuk bagian sapi yang keras dan bukan termasuk premium cut.

"Dia second cut artinya bukan yang premium, bukan utama. Brisket adanya di bagian bawah sapi dekat ketiak, teksturnya keras jadi harus dimasak dengan teknik khusus supaya jadi empuk. Masaknya harus low and slow," kata Chairil kepada Okezone.

Chairil menjelaskan sebenarnya ada banyak olahan masakan yang bisa dibuat dengan menggunakan brisket asalkan tahu tekniknya. "Masaknya gampang tapi lama. Kalau sebentar dia masih keras. Makan juga pas dikunyah dagingnya berasa melawan," lanjut Chairil diselingi tawa.

Di berbagai negara, brisket banyak diolah menjadi berbagai hidangan. Misalnya di Amerika diolah dengan di smoked atau dibikin daging iris asap, di Hongkong daging ini dijadikan campuran dalam mi, negara Eropa lain banyak yang bikin daging ini buat isian sandwich.

"Kalau di Indonesia mungkin bisa dibikin gepuk, intinya harus dimasak lama saja. Tapi meskipun keras, bagaian ini punya marbling lemak yang cukup banyak jadi tetap juicy," tutup Chairil.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement