Sementara, dalam hal persahabatan, oksitosin membantu menetapkan aturan kelompok dan mengembangkan, serta memperkuat ikatan sosial. Pada dasarnya, hal ini membawa orang lebih dekat satu sama lain.
Selain itu, studi ini menemukan, efek dari bergosip tidak terpengaruh oleh kepribadian seseorang atau karakter psikologis. Hal ini tidak memengaruhi peningkatan oksitosin ketika bergosip.
"Karakter psikologis itu, misalnya empati, ciri-ciri autis, stres yang dirasakan, dan iri hati," tutur Dr Natascia.
Jadi, jangan merasa bersalah jika senang bergosip setiap hari, hanya ingat waktu. Karena, bergosip bisa berdampak positif terhadap kesehatan mental Anda.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.