Merah
Feses yang berwarna merah termasuk sangat umum, dan disebabkan oleh konsumsi buah bit, tomat, cranberry, atau makanan yang mengandung pewarna merah.
Warna merah juga bisa menjadi pertanda adanya darah dalam feses Anda akibat perdarahan dalam pada usus bawah atau benjolan ambeien (wasir). Darah dalam tinja juga bisa menjadi gejala dari potensi bahaya, seperti kanker, yang membutuhkan perhatian medis segera — bahkan jika Anda berpikir perdarahan hanya akibat dari wasir, atau luka kecil pada jaringan anal akibat sembelit atau diare.
Jika Anda berusia 50 tahun ke atas, atau jika Anda memiliki riwayat kanker kolorektal, kolonoskopi mungkin akan direkomendasikan dokter.
Secara umum, darah bukanlah sesuatu yang wajar untuk ditemukan dalam feses Anda, dan Anda harus pastikan bahwa dokter mengetahui kondisi ini, serta seberapa banyak darah yang muncul.
Tanda-tanda peringatan lainnya untuk diperhatikan saat sistem pencernaan Anda bermasalah adalah demam, nyeri perut, atau dehidrasi — salah satu dari faktor ini dapat terkait dengan gangguan perncernaan, baik oleh virus, usus buntu, atau keracunan makanan.
Berlendir
Feses berlendir umum ditemukan saat Anda menderita diare. Lendir adalah cairan lengket berwarna transparan, putih, atau kekuningan seperti jelly, yang diproduksi oleh membran mukus di usus besar. Umumnya, lendir ada untuk melindungi dinding usus dan membantu perjalanan zat sisa makanan atau kotoran agar lebih lancar, namun hal ini bisa menjadi pertanda dari penyakit Crohn. Saat Anda memiliki tumor dalam usus, benjolan ini akan menghasilkan nanah dan lendir. Jika Anda melihat adanya lendir atau nanah yang keluar bersama feses Anda, dan belum pernah terjadi sebelumnya, segera hubungi dokter.
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.