Beberapa asumsi menyebutkan bahwa minyak kayu putih dapat berfungsi sebagai vasodilator yang dapat meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh, sehingga hal ini memberi manfaat pada pasien diabetes yang biasanya mempunyai sirkulasi darah yang buruk. Memijat tubuh dengan menggunakan minyak kayu putih dan menghirup uap minyak kayu putih mungkin dapat meringankan penyempitan pembuluh darah, membuat pembuluh darah menjadi rileks dan melancarkan sirkulasi darah pada penderita diabetes.
5. Perawatan gigi
Minyak kayu putih dapat menjadi bahan yang dapat digunakan untuk merawat gigi Anda. Minyak kayu putih dapat meringankan gigi berlubang, plak pada gigi, gingivitis (radang pada gusi), dan infeksi gigi lainnya yang disebabkan oleh kuman. Hal ini karena minyak kayu putih merupakan antimikroba yang dapat melindungi gigi dari pertumbuhan mikroba. Oleh karena itu, minyak kayu putih juga sering ditemukan terkandung dalam obat kumur, pasta gigi, dan produk kesehatan mulut lainnya.
Penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Periodontology menunjukkan bahwa minyak kayu putih tidak hanya membunuh bakteri berbahaya dalam mulut, tetapi juga mengurangi jumlah plak pada gigi. Minyak kayu putih juga dapat mengurangi bau mulut dan gusi berdarah.
6. Penyembuhan luka
Minyak kayu putih mengandung bahan aktif seperti citronellol, citronellal, dan 1,8-cineole, yang membuatnya berfungsi sebagai antibakteri. Mengoleskan minyak kayu putih di area sekitar luka dapat melindungi luka terbuka atau daerah yang teriritasi dari infeksi yang disebabkan oleh mikroba dan paparan udara. Dengan kandungannya ini, minyak kayu putih biasanya ditambahkan pada beberapa produk plester untuk mengobati infeksi atau luka pada kulit. Selain itu, krim untuk menyembuhkan luka pun banyak yang mengandung minyak kayu putih di dalamnya.
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.