APA ancaman terbesar untuk ukuran pinggang Anda Januari ini? Minuman jus! Hindari tren minum jus jika ingin tetap langsing sepanjang tahun.
Penyajian yang semakin unik membuat minuman jus semakin populer. Namun, ahli penurunan berat badan, Louise Parker menjelaskan alasan mengapa Anda perlu menghindari kebiasaan minum jus saat ingin menurunkan berat badan.
Pertama, karena minum jus membuat massa otot berkurang, yang merupakan kunci metabolisme seseorang. Selain itu, untuk mengembalikan massa otot, Anda perlu melalui beberapa sesi latihan. Jangan heran jika dibutuhkan waktu hingga 6 minggu untuk memulihkan.
Kemudian, jus tidak memiliki serat, karena hanya gula nabati murni. Jus buah tinggi fruktosa tanpa serat yang memperlambat pelepasan gula darah. Jadi, tubuh akan mendapatkan tinggi gula dari minum jus buah, serta sisa fruktosa akan menjadi lemak.
Beda halnya jika mengonsumsi buah secara langsung. Ketika buah dikonsumsi utuh tanpa dijadikan jus, maka akan langsung dibakar oleh tubuh, sehingga tidak menjadi timbunan lemak.
Jadi, dengan kata lain, mengonsumsi segelas jus buah sudah dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Ini bukan hal yang baik, karena menjaga kadar gula darah adalah kunci untuk kesehatan hormonal dan keseimbangan terkait dengan pembakaran lemak.
Selain itu, mengonsumsi buah dalam bentuk jus juga menjadi malapetaka bagi gula darah, sehingga cenderung menambah lemak tubuh. Apalagi jika jus buah yang dikonsumsi membuat Anda mendapatkan lebih banyak kalori.
Hal ini sangat merugikan mereka yang memiliki sensitivitas insulin. Karena, kondisi ini dapat meningkatkan risiko mengembangkan diabetes jika mereka minum jus buah yang tinggi fruktosa secara teratur.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.